sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026

Syariah editor Ari Sandita
17/02/2026 23:11 WIB
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir pun menyampaikan penjelasannya.
Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026. (Foto Istimewa)
Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026. (Foto Istimewa)

Pada tahun tersebut, di bawah kepemimpinan beliau, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menggelar simposium internasional bertajuk 'The Effort Towards Unifying the Islamic International Calendar' di Jakarta. Forum bergengsi ini menghadirkan para pakar astronomi dan kalender Islam tingkat dunia, di antaranya Prof Dr Muhammad Ilyas dari Malaysia dan Dr Jamaluddin Abdurraziq dari Maroko, yang meletakkan dasar-dasar pemikiran kalender global.

Dari simposium inilah ide besar tersebut terus bergulir, didiskusikan, dikritisi, dan dimatangkan melalui berbagai musyawarah dan muktamar selama kurang lebih 19 tahun. Setelah melalui proses tahqiq (verifikasi) yang panjang, barulah sistem ini diresmikan penggunaannya pada 2025, dan Ramadan 1447 H (2026 M) ini menjadi momentum bersejarah sebagai puasa pertama menggunakan sistem global ini. Jadi, keputusan ini adalah buah dari 'pohon' ijtihad yang telah ditanam dan dirawat sejak era kepemimpinan Din Syamsuddin sendiri.

Dalam penutupnya, dia menyampaikan kesimpulannya, yang mana peralihan menuju sistem kalender global ini menuntut untuk meluaskan cakrawala berpikir (paradigm shift); dari sekadar memvalidasi fenomena langit secara lokal menuju kesadaran sebagai satu kesatuan umat global (One Global Community). Keputusan untuk berpuasa pada 18 Februari tidak mendahului alam, melainkan wujud ketaatan pada sistem hisab yang memberikan kepastian ilmu dan komitmen pada persatuan matra di seluruh muka bumi.

"Dengan memahami konstruksi berpikir ini, insyaallah dapat menepis keraguan dan menyongsong Ramadan 1447 H dengan penuh keyakinan. Lebih dari itu, penerapan Kalender Hijriyah Global Tunggal ini sejatinya adalah ikhtiar untuk melunasi ‘hutang peradaban’ umat Islam setelah 14 abad lamanya menantikan hadirnya satu sistem penanggalan yang unifikatif dan mempersatukan," kata Rofiq.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 5 6 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement