AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Wejangan Waketum MUI: Mari Muhasabah Sambut Tahun Baru

SYARIAH
Widya Michella
Jum'at, 31 Desember 2021 13:54 WIB
Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak anak bangsa Indonesia untuk bermuhasabah di momen pergantian tahun baru.
Wejangan Waketum MUI: Mari Muhasabah Sambut Tahun Baru (Dok Okezone/Antara)
Wejangan Waketum MUI: Mari Muhasabah Sambut Tahun Baru (Dok Okezone/Antara)

IDXChannel - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak anak bangsa Indonesia untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri saat pergantian tahun baru

Pasalnya, lanjut Anwar, semua warga negara ingin  maju dengan watak dan karakter serta jati dirinya sendiri sebagai bangsa. Dimana seluruh warga bangsanya merupakan insan-insan pancasilais yang ingin menjadikan negaranya menjadi negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Kita ke depan maka semua anak bangsa di negeri ini diharapkan akan bisa melakukan perenungan dan muhasabah atau  mengevaluasi diri agar kita dapat menempatkan diri  kita dengan sebaik-baiknya. Serta berlaku sesuai dengan apa yang telah dimaksudkan dan dinginkan oleh falsafah dan hukum dasar yang ada di negeri ini  yaitu  pancasila dan UUD 1945,"kata Anwar dalam keterangan tertulisnya,Kamis,(30/12/2021).

Untuk itu, lanjut Anwar agar kehidupan rakyat dan atau masyarakat bisa berjalan dengan baik, aman, tentram dan damai. Maka bangsa Indonesia harus mampu menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam setiap permusyawaratan yang dilakukan.

"Ini penting kita tekankan  karena kita yakin dengan menempuh cara seperti inilah kita akan dapat mewujudkan apa yang telah menjadi cita-cita dan keinginan kita bersama sebagai warga bangsa, yaitu terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,"ujar dia.

Namun letak masalah bangsa Indonesia saat masih jauh dari yang diharapkan misalnya dalam bidang hukum yang masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, bahkan hukum tersebut bisa ditransaksikan dan diperjual belikan. Kemudian dalam bidang sosial seperti terlihat di media sosial tampak bagaimana sumpah serapah dan kehidupan cela mencela tumbuh dengan subur yang akan  membuat bangsa ini semakin lemah,  bahkan menjadi porak poranda.  

Lebih lanjut, pada bidang ekonomi seperti masalah oligarki, kesenjangan dan ketimpangan kekayaan dan pendapatan yang masih sangat tajam dan mencemaskan.

"Dalam bidang politik kita lihat juga tidak kalah banyaknya masalah yang kita temukan yang semuanya tentu akan berdampak buruk terhadap kualitas kehidupan politik dan  perjalanan bangsa kedepannya,"ucapnya.

Dengan demikian, hal-hal buruk ini, kata Anwar tentu tidak boleh kita biarkan terus berlangsung dan bangsa Indonesia harus dapat mencari dan menemukan solusinya bagi kebaikan bangsa dan negara. 

Sehingga diperlukan perenungan dan muhasabah atau  mengevaluasi diri agar dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya.

"Dan momen pergantian tahun ini  menurut saya, tentu sangat tepat kita manfaatkan untuk merenung dan bagi  melakukan muhasabah tersebut,"ujar dia.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD