"Dalam pesawat komersial, kami terus meningkatkan produksi sesuai rencana sambil mengatasi kekurangan mesin Pratt & Whitney," ujarnya.
Investor dan analis mengikuti angka pengiriman dengan cermat karena Airbus dan Boeing menerima sebagian besar pembayaran ketika mereka menyerahkan pesawat kepada pembeli. (Wahyu Dwi Anggoro)