sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penjualan Mobil 2025 Capai Target, Vinfast hingga Diskon Akhir Tahun Jadi Penopang

Technology editor Desi Angriani
14/01/2026 13:19 WIB
Realisasi penjualan mobil setara 103 persen dari target Gaikindo yang telah direvisi turun ke level 780 ribu unit.
Penjualan Mobil 2025 Capai Target, Vinfast hingga Diskon Akhir Tahun Jadi Penopang (Foto: iNews Media Group)
Penjualan Mobil 2025 Capai Target, Vinfast hingga Diskon Akhir Tahun Jadi Penopang (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil sepanjang 2025 telah mencapai target asosiasi.

Penjualan wholesales mobil mencapai sekitar 94 ribu unit, tumbuh 18 persen secara tahunan (yoy), dan melonjak 27 persen secara bulanan (mom).

Capaian tersebut mendorong total penjualan wholesales mobil 2025 menjadi sekitar 804 ribu unit, meski masih turun 7 persen yoy. Realisasi tersebut setara 103 persen dari target Gaikindo yang telah direvisi turun ke level 780 ribu unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, target penjualan mobil tercapai seiring dengan kombinasi diskon promosi akhir tahun serta percepatan pembelian menjelang berakhirnya insentif bea masuk kendaraan listrik completely built up (CBU) per 1 Januari 2026.

Berdasarkan data Gaikindo, lonjakan penjualan Desember 2025 juga tercermin dari kategori others yang meningkat signifikan ke level sekitar 16,4 ribu unit. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 5 ribu unit pada Desember 2024 maupun November 2025.

Lonjakan tersebut terutama didorong oleh merek kendaraan listrik asal Vietnam, Vinfast, yang mencatatkan penjualan wholesales sekitar 7,8 ribu unit dan langsung menembus jajaran lima besar penjualan nasional pada Desember 2025. 

Sebagai perbandingan, total penjualan Vinfast sepanjang 2025 tercatat sekitar 10 ribu unit, yang berarti hampir 80 persen di antaranya terjadi hanya dalam satu bulan.

CEO Vinfast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengungkapkan, angka tersebut mencakup penjualan ke konsumen individu serta distribusi unit ke operator armada atau fleet operators. 

Stockbit pada Selasa (13/1/2026) menilai lonjakan ini kemungkinan besar berkaitan dengan realisasi rencana ekspansi operator taksi asal Vietnam, Xanh SM, yang menargetkan pengadaan 10 ribu armada sepanjang 2025.

Jika mengecualikan kontribusi Vinfast, tren pemulihan penjualan mobil nasional dinilai tetap berlanjut. Total penjualan Grup Astra International (ASII) tercatat sekitar 41 ribu unit pada Desember 2025, turun tipis 3 persen yoy namun naik 14 persen MoM. 

Penurunan tahunan tersebut jauh membaik dibandingkan kuartal III-2025 yang tertekan 24 persen yoy serta November 2025 yang turun 9 persen yoy.

Sementara itu, penjualan merek non Astra dengan mengesampingkan kategori others tumbuh 13 persen yoy pada Desember 2025. Dua pesaing utama Astra, Mitsubishi dan Suzuki, mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan masing-masing 12 persen yoy dan 55 persen yoy, serta kenaikan bulanan yang signifikan.

Secara kumulatif sepanjang 2025, pangsa pasar Astra tercatat sebesar 50,9 persen, turun dibandingkan posisi 2024 di level 55,8 persen. Di sisi lain, merek kendaraan listrik asal China, BYD dan Denza, membukukan kenaikan pangsa pasar paling agresif, dari 1,8 persen pada 2024 menjadi 6,7 persen pada 2025.

Stockbit menyebut, tren pemulihan penjualan mobil secara underlying masih berlanjut. Tanpa memasukkan Vinfast, penjualan mobil pada Desember 2025 tercatat naik 16 persen mom, lebih tinggi dibandingkan kenaikan musiman pada Desember 2024 yang hanya 7 persen MoM. 

"Hal ini mengindikasikan faktor seasonality yang lebih kuat pada 2025 dibandingkan 2024," tulis Stockbit.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement