IDXChannel - Serikat pekerja dan manajemen Samsung Electronics gagal mempersempit perbedaan mereka dalam negosiasi yang dimediasi pemerintah Korea Selatan (Korsel).
Dilansir dari Yonhap pada Rabu (13/5/2028), puluhan ribu pekerja mengancam akan mogok kerja mulai 21 Mei jika kesepakatan gagal tercapai.
Pembicaraan tersebut dilihat sebagai upaya terakhir untuk mencegah pemogokan. Namun, kedua pihak gagal mencapai konsensus meskipun telah melakukan negosiasi selama hampir 17 jam.
"Karena perbedaan antara serikat pekerja dan manajemen tidak menyempit, kami meminta mediasi dan menunggu selama hampir 12 jam tetapi proposal yang ditawarkan malah makin buruk malah," kata Choi Seung-ho, kepala serikat pekerja terbesar Samsung Electronics, kepada wartawan setelah pertemuan tersebut.
Serikat pekerja Samsung menuntut bonus berbasis kinerja yang setara dengan 15 persen dari laba operasi, bersamaan dengan penghapusan batasan pembayaran dan pelembagaan formal sistem bonus.
Choi mengatakan bahwa sekitar 41.000 pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja telah menyatakan niat mereka untuk ikut serta dalam pemogokan umum. Dia menambahkan bahwa jumlah tersebut dapat meningkat menjadi lebih dari 50.000.
"Tidak ada gunanya menunggu lebih lama," kata Choi.
"Kami tidak berencana untuk melakukan pemogokan ilegal. Kami akan melanjutkan dengan cara yang sah," ujarnya.
Perselisihan buruh di Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di dunia dan perusahaan paling berharga di Korsel, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pemogokan dapat mengganggu produksi dan mengacaukan rantai pasokan semikonduktor serta merugikan perekonomian secara keseluruhan. (Wahyu Dwi Anggoro)