AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Investasi Saham Dianggap Haram? Yuk Kenalan Dulu

YUK NABUNG SAHAM
Fahmi Abidin
Kamis, 09 Mei 2019 15:00 WIB
Benarkah investasi saham itu haram? Pertanyaan tersebut biasanya muncul dari kalangan mahasiswa yang baru belajar atau sebagian orang yang belum paham investasi
Investasi Saham Dianggap Haram? Yuk Kenalan Dulu. (Foto: Ist)

IDXChannel – Benarkah investasi saham itu haram? Pertanyaan tersebut biasanya muncul dari kalangan mahasiswa yang baru belajar atau sebagian orang yang belum paham dunia investasi.

Saat ini tercatat sudah ada saham syariah yang merupakan salah satu produk Pasar Modal Syariah. Pasar Modal Syariah adalah seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan diawasi oleh OJK.

Lembaga yang mengatur tentang penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia adalah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam bentuk penerbitan fatwa. Fatwa DSN-MUI pertama tentang pasar modal syariah diterbitkan pada tahun 2001 yaitu fatwa No. 20 tentang penerbitan reksa dana syariah. Pada tahun 2003, DSN-MUI menerbitkan fatwa No. 40 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

Pada tahun 2011, DSN-MUI menerbitkan fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek. Berdasarkan fatwa tersebut, investasi saham di BEI dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah.

Untuk mempermudah investor yang ingin melakukan transaksi saham secara syariah, saat ini sudah terdapat Shariah Online Trading System (SOTS) dan terdapat 13 Perusahaan Sekuritas yang sudah memiliki SOTS.

Melirik dari sejarahnya pada medio 2000, PT Bursa Efek Indonesia dan PT Danareksa Invesment Management membentuk Jakarta Islamic Index (JII). Setiap periodenya, ada 30 saham yang masuk dalam daftar indeks ini.

Saat pertama kali dibuka, kapitalisasi pasar JII hanya Rp74,26 triliun. Sampai September tahun ini, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp2.215 triliun. Semakin besar kapitalisasi pasar menunjukkan semakin banyak jumlah investor yang membeli saham syariah.

Selain JII, Indonesia juga punya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berbeda dengan JII yang hanya terbatas pada 30 emiten syariah, ISSI berisi seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa dan memenuhi kriteria syariah.

Saat pertama kali dibuka pada tahun 2011, kapitalisasi pasar ISSI berada di angka Rp1.968 triliun. Untuk periode Desember 2016 hingga Mei 2017, ada 331 emiten yang lolos kriteria saham syariah. Penentuan masuk tidaknya emiten dalam daftar ini ada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD