Melirik dari sejarahnya pada medio 2000, PT Bursa Efek Indonesia dan PT Danareksa Invesment Management membentuk Jakarta Islamic Index (JII). Setiap periodenya, ada 30 saham yang masuk dalam daftar indeks ini.
Saat pertama kali dibuka, kapitalisasi pasar JII hanya Rp74,26 triliun. Sampai September tahun ini, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai Rp2.215 triliun. Semakin besar kapitalisasi pasar menunjukkan semakin banyak jumlah investor yang membeli saham syariah.
Selain JII, Indonesia juga punya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Berbeda dengan JII yang hanya terbatas pada 30 emiten syariah, ISSI berisi seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa dan memenuhi kriteria syariah.
Saat pertama kali dibuka pada tahun 2011, kapitalisasi pasar ISSI berada di angka Rp1.968 triliun. Untuk periode Desember 2016 hingga Mei 2017, ada 331 emiten yang lolos kriteria saham syariah. Penentuan masuk tidaknya emiten dalam daftar ini ada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)