AALI
10200
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1505
ACST
302
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1115
ADMF
8400
ADMG
171
ADRO
1205
AGAR
390
AGII
1110
AGRO
1055
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
73
AIMS
272
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
438
AKRA
3230
AKSI
740
ALDO
476
ALKA
250
ALMI
230
ALTO
342
Market Watch
Last updated : 2021/04/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.07
0.01%
+0.05
IHSG
6070.21
-0.03%
-1.52
LQ45
906.49
-0.01%
-0.12
HSI
28698.80
-1.07%
-309.27
N225
29768.06
0.2%
+59.08
NYSE
0.00
-100%
-15838.80
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,548
Emas
817,356 / gram

Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi

YUK NABUNG SAHAM
Shifa Nurhaliza
Senin, 21 September 2020 10:00 WIB
Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20.
Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20 untuk bersama menangani dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan perekonomian.

“Situasi sekarang sangat kompleks dan menimbulkan ironi permasalahan pada beberapa negara, dan itu dialami juga sebagai permasalahan dunia yang buruk. (Sebelumnya) ada isu perubahan iklim dan sekarang pandemi Covid-19 dan tidak ada perbedaan batas negara dari permasalahan ini,” ujar Menkeu, dilansir lama resmi Sekretariat Kabinet RI, Jumat (18/9).

Adapun, negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi.

“Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi," jelas Menkeu.

Jika dibandingkan dengan global financial crisis yang terjadi pada 2008-2009, Menkeu berpendapat bahwa saat itu secara global banyak negara bersama-sama mencoba untuk menyelamatkan ekonomi.

"Banyak negara mengalami permasalahan yang sama dengan tantangan yang sama dan dengan ancaman yang sama di bidang ekonomi mereka," imbuhnya.

Di sisi lain, Indonesia saat ini terus melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk UMKM dan dunia usaha.

"Langkah-langkah penanganan tersebut tentunya membutuhkan alokasi anggaran yang besar, yang menuntut dilakukannya penajaman prioritas anggaran serta tetap menjaga keberlangsungan fiskal,” katanya. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD