AALI
8050
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1225
ACES
1330
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2450
ADHI
710
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1350
AGAR
408
AGII
1755
AGRO
2580
AGRO-R
0
AGRS
280
AHAP
58
AIMS
422
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
625
AKRA
3570
AKSI
414
ALDO
645
ALKA
228
ALMI
252
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/08/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
446.58
1.07%
+4.71
IHSG
6133.13
0.6%
+36.59
LQ45
839.49
1.12%
+9.34
HSI
26121.01
-0.44%
-114.79
N225
27641.83
-0.5%
-139.19
NYSE
16576.21
-0.16%
-26.08
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,350
Emas
835,556 / gram

Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi

YUK NABUNG SAHAM
Shifa Nurhaliza
Senin, 21 September 2020 10:00 WIB
Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20.
Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20 untuk bersama menangani dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan perekonomian.

“Situasi sekarang sangat kompleks dan menimbulkan ironi permasalahan pada beberapa negara, dan itu dialami juga sebagai permasalahan dunia yang buruk. (Sebelumnya) ada isu perubahan iklim dan sekarang pandemi Covid-19 dan tidak ada perbedaan batas negara dari permasalahan ini,” ujar Menkeu, dilansir lama resmi Sekretariat Kabinet RI, Jumat (18/9).

Adapun, negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi.

“Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi," jelas Menkeu.

Jika dibandingkan dengan global financial crisis yang terjadi pada 2008-2009, Menkeu berpendapat bahwa saat itu secara global banyak negara bersama-sama mencoba untuk menyelamatkan ekonomi.

"Banyak negara mengalami permasalahan yang sama dengan tantangan yang sama dan dengan ancaman yang sama di bidang ekonomi mereka," imbuhnya.

Di sisi lain, Indonesia saat ini terus melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk UMKM dan dunia usaha.

"Langkah-langkah penanganan tersebut tentunya membutuhkan alokasi anggaran yang besar, yang menuntut dilakukannya penajaman prioritas anggaran serta tetap menjaga keberlangsungan fiskal,” katanya. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD