AALI
9675
ABBA
292
ABDA
6325
ABMM
1390
ACES
1350
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
830
ADMF
7575
ADMG
194
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1435
AGRO-R
0
AGRS
164
AHAP
69
AIMS
376
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
805
AKSI
690
ALDO
1340
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.99
-0.85%
-4.31
IHSG
6584.67
-0.91%
-60.37
LQ45
940.59
-0.78%
-7.43
HSI
24129.48
-0.37%
-88.55
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi

YUK NABUNG SAHAM
Shifa Nurhaliza
Senin, 21 September 2020 10:00 WIB
Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20.
Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi. (Foto: Ist)
Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Dunia Betapa Pentingnya Investasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan negara anggota Asian Development Bank (ADB), juga Menteri Kesehatan G20 untuk bersama menangani dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan perekonomian.

“Situasi sekarang sangat kompleks dan menimbulkan ironi permasalahan pada beberapa negara, dan itu dialami juga sebagai permasalahan dunia yang buruk. (Sebelumnya) ada isu perubahan iklim dan sekarang pandemi Covid-19 dan tidak ada perbedaan batas negara dari permasalahan ini,” ujar Menkeu, dilansir lama resmi Sekretariat Kabinet RI, Jumat (18/9).

Adapun, negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi.

“Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi," jelas Menkeu.

Jika dibandingkan dengan global financial crisis yang terjadi pada 2008-2009, Menkeu berpendapat bahwa saat itu secara global banyak negara bersama-sama mencoba untuk menyelamatkan ekonomi.

"Banyak negara mengalami permasalahan yang sama dengan tantangan yang sama dan dengan ancaman yang sama di bidang ekonomi mereka," imbuhnya.

Di sisi lain, Indonesia saat ini terus melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk UMKM dan dunia usaha.

"Langkah-langkah penanganan tersebut tentunya membutuhkan alokasi anggaran yang besar, yang menuntut dilakukannya penajaman prioritas anggaran serta tetap menjaga keberlangsungan fiskal,” katanya. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD