AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Pengusaha Khawatir Serbuan Impor Gula Sebabkan Oversupply

YUK NABUNG SAHAM
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 18 Januari 2022 20:00 WIB
Asosiasi Gula Indonesia (AGI) khawatir masuknya impor gula bedampak pada berlebihnya pasokan (oversupply), yang ujungnya akan menekan harga gula dalam negeri.
Pengusaha Khawatir Serbuan Impor Gula Sebabkan Oversupply (FOTO: Dok MNC Media)
Pengusaha Khawatir Serbuan Impor Gula Sebabkan Oversupply (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Gula Indonesia (AGI) khawatir masuknya impor gula bedampak pada berlebihnya pasokan (oversupply), yang ujungnya akan menekan harga gula dalam negeri.

"Dampaknya jika terlalu banyak, jika nanti sudah di giling, kalau sudah produksi, otomatis harga tertekan, karena disebabkan oleh oversuply," ujar Tenaga Ahli AGI, Yadi Yusriadi kepada MNC Portal, Selasa (18/1/2022).

Menurut Yadi apabila impor gula dalam negeri terlalu banyak maka akan membuat distribusi gula yang di produksi di dalam negeri akan menjadi terhambat. 

Sebab gula yang melimpah akan membuat para pedagang akan menyimpan gulanya di dalam gudang. Sedangkan menahan komoditas dalam jangka waktu akan memberikan biaya tambahan.

"Jadi dampak kalau terlalu banyak impor gua akan menyebabkan gula yang di produksi dalam negeri itu tidak mengalir normal ke pasar, dan ini menurunkan harga gula," sambung Yadi.

Walalupun menurut Yadi memang kapasitas produksi gula dalam negeri kurang jika disandingkan dengan konsumsi gula di dalam negeri. Oleh sebab itu pemerintah perlu memperhatikan data kebutuhan gula di dalam negeri, jangan sampai di satu waktu harga gula tinggi di waktu lain harga gula mengalami kenaikan.

"Harapannya memang yang penting adalah data, jadi harus betul dan sesuai dengan data, sehingga kebutuhan impor jumlahnya harus di atau dengan benar, artinya sesuai dengan kebutuhan di pasar agar tidak oversuply, kemudian harus diatur juga waktunya, karena kalau tidak, mungkin dalam waktu tertentu akan rendah dan harga gula bisa tinggi," sambung Yadi.

Yadi berharap kebijakan impor gula yang akan dilakukan kedepan tidak menguntungkan satu pihak, namun justru mengorbankan pihak lain dalam hal ini petani gula dalam negeri.

"Perlu diatur jumlah secara total kemudian diatur waktu dan kuota impornya sehingga tidak mengganggu produksi gula lokal, karena kalau datanya kurang tepat, atau tidak melihat kondisi, makanakan terjadi pasar yang tidak baik, pasar jenuh dan pasar langka,” tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD