AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Tes PCR Ditetapkan Rp495 Ribu, Tak Ada Subsidi dari Pemerintah

YUK NABUNG SAHAM
Rina Anggraeni
Senin, 16 Agustus 2021 20:25 WIB
Kemenkes menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tes Polymerase Chain Reaction (PCR) hanya Rp495.000 yang berlalu di Pulau Jawa dan Bali.
Tes PCR Ditetapkan Rp495 Ribu, Tak Ada Subsidi dari Pemerintah (FOTO: MNC Media)
Tes PCR Ditetapkan Rp495 Ribu, Tak Ada Subsidi dari Pemerintah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tes Polymerase Chain Reaction (PCR) hanya Rp495.000 yang berlalu di Pulau Jawa dan Bali. Sedangkan untuk harga di luar Jawa-Bali ditetapkan Rp525.000.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan harga tes PCR ini dikarenakan tidak adanya subsidi dari pemerintah. Adapun, tarif tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Sementara, batasan tarif tes PCR yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3713/2020 tanggal 05 Oktober 2020, dinyatakan tidak berlaku lagi.

"Ini tidak ada subsidi pemerintah," kata Budi dalam video virtual, Senin (16/8/2021)

Selanjutnya, kecilnya anggaran kesehatan di 2022 yang hanya Rp 255,3 triliun. Jumlah itu sangat jauh dibanding anggaran pendidikan yang sebesar Rp 541,7 triliun.

"Mengenai anggaran kesehatan memang sudah diatur persentasenya berapa dari APBN dan APBD. Kalau saya melihat secara jumlah meningkat terus bahkan di 2 tahun terakhir juga mendapatkan tambahan anggaran karena terkait dengan Covid," tuturnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD