AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Lirik Sektor Pertanian, BPR Jatim Targetkan Realisasi Kredit Rp2,2 Triliun

BANKING
Lukman Hakim/Sindo
Sabtu, 18 September 2021 07:55 WIB
PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (Jatim) atau Bank UMKM Jatim menargetkan realisasi pengucuran kredit bisa mencapai Rp2,2 triliun.
Lirik Sektor Pertanian, BPR Jatim Targetkan Realisasi Kredit Rp2,2 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (Jatim) atau Bank UMKM Jatim menargetkan realisasi pengucuran kredit bisa mencapai Rp2,2 triliun. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi kucuran kredit tahun lalu yang mencapa Rp1,9 triliun, di mana satu strateginya adalah dengan merambah sektor pertanian.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani, mengatakan, guna mencapai target tersebut, pihaknya akan menggenjot kredit di sektor pertanian. Pasalnya, sektor ini tidak begitu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19, terutama terkait kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Kita fokus ke pertanian. Dari dulu visi kita adalah sektor pertanian dan terbiasa menangani kredit untuk petani-petani kecil," katanya, Sabtu (18/9/2021).

Dia menambahkan, saat ini komposisi kredit pertanian di Bank UMKM cukup besar, yakni mencapai 30 persen dari total realisasi kredit, hingga Agustus 2021, total realisasi kredit bank milik Pemprov Jatim itu mencapai Rp2,1 triliun. Dari jumlah itu, kredit yang mengucur ke sektor pertanian di kisaran Rp700 miliar.

"Ada banyak komoditas pertanian yang kita biaya. Seperti jagung, padi. Ada juga komoditas perkebunan seperti kopi, cokelat dan palawija. Bahkan petani porang juga kita biayai," terang Yudhi.

Lebih jauh Yudhi mengatakan, saat ini jumlah debitur Bank UMKM Jatim mencapai 50.000 nasabah yang terbesar di seluruh Jatim. Dari jumlah debitur tersebut, yang wilayah barat Jatim banyak bergerak di sektor pertanian. Sedangkan yang wilayah tengah bergerak di sektor perkebunan.

"Untuk sektor perdagangan, banyak tersebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Gresik," tandasnya.

Sektor perdagangan, kata dia, saat ini kurang menjadi fokus pembiayaan. Pasalnya, sektor ini cukup terdampak adanya pandemi. Kebijakan pembatasan, mengakibatkan kinerja sektor ini melemah. Hal ini juga untuk meminimalisir terjadinya kredit macet. Hingga saat ini, risiko kredit macet di Bank UMKM Jatim cukup rendah, yakni dibawah 2 persen.

"Kinerja penyaluran kredit terus kita tingkatkan dengan memaksimalkan 111 kantor kas kami yang tersebar di seluruh Jatim," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD