"Jadi yang Rp200 triliun sampai akhir tahun. Yang Rp100 triliun 3 bulan sekali dilihat. Yang Rp100 triliun keluar masuk atau fleksibel. Karena kan kita juga akan antisipasi kalau kita perlu dana kan," kata Purbaya.
Di sisi lain, penataan likuiditas ini dipastikan tidak akan mengguncang stabilitas moneter makro. Pemerintah secara bertahap terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga keseimbangan pasokan modal di pasar keuangan riil.
Jika kas negara menarik dana tersebut, bank sentral akan masuk mengambil peran sebagai penyuntik likuiditas tandingan.
"Tapi nanti gini pelan-pelan BI juga akan mengisi. Kalau dana kita tarik BI akan mengisi juga. Jadi pelan-pelan supply uang di sistem akan lebih stabil dibanding sebelumnya," kata Purbaya.
(NIA DEVIYANA)