AALI
9625
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7600
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
2940
AGAR
324
AGII
2050
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1060
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.37
-0.76%
-4.09
IHSG
6974.67
-0.59%
-41.39
LQ45
1003.31
-0.73%
-7.42
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang

BANKING
Michelle Natalia
Jum'at, 24 Juni 2022 12:43 WIB
Dia meminta perbankan mendorong kredit untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam jangka menengah panjang.
Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang (FOTO:MNC Media)
Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan tiga pesan kepada Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).

Pertama, dia meminta perbankan mendorong kredit untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam jangka menengah panjang. Hingga Februari 2022, porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan mencapai 21,43%, masih relatif rendah dari target kredit perbankan 30% untuk UMKM pada tahun 2024.

“Arahan Bapak Presiden 30 persen untuk kredit UMKM. Moga-moga ini kita lakukan dengan memperbanyak UMKM-nya, bukan hanya dengan mengubah definisi. Tolong teman-teman perbankan bisa ikut menjaga itu dalam jangka menengah panjang,” ujar Suahasil, Jumat (24/6/2022).

Selanjutnya, dia menekankan fungsi intermediasi perbankan untuk mendukung produk dalam negeri. Pemerintah melalui APBN mulai membangun sistem untuk memantau dan mengidentifikasi belanja barang di setiap Kementerian Lembaga yang menggunakan produk dalam negeri atau impor. Ke depannya, produk impor akan terus dikurangi dan memperbanyak produk dalam negeri.

“Fungsi intermediasi perbankan memang netral, tapi sudah saatnya kita memperhatikan produksi dalam negeri lebih kuat. Saya ingin titip teman-teman di perbankan, dalam pemberian kredit, dalam berusaha, dalam membangun kebutuhan, gunakan produk dalam negeri,” ungkap Suahasil.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD