AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang

BANKING
Michelle Natalia
Jum'at, 24 Juni 2022 12:43 WIB
Dia meminta perbankan mendorong kredit untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam jangka menengah panjang.
Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang (FOTO:MNC Media)
Wamenkeu Suahasil Minta Perbankan Dorong Kredit UMKM Jangka Panjang (FOTO:MNC Media)

Terakhir, dia mengingatkan perbankan untuk memperhatikan transisi ekonomi menuju ekonomi hijau atau green economy. Sektor keuangan, khususnya perbankan, perlu mendorong kredit yang mendukung keberlanjutan keuangan atau sustainability finance untuk sektor dan jasa yang mendukung terwujudnya energi hijau. Hal ini sesuai dengan komitmen Indonesia dalam pemenuhan net zero emission.

“Perbankan menjadi intermediaries yang akan langsung terekspos dengan standar-standar green. Dalam jangka panjang, kita punya agenda green. Tapi dalam jangka pendek, agenda kita adalah pemulihan. Jadi kita juga jangan sampai salah positioning di dalam decision-making process kita,” ungkap Suahasil.

Ke depannya, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus melakukan pemantauan dan menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

“Mohon bantuan dari teman-teman di Perbanas supaya ini bisa kita lakukan dengan baik. Mendorong recovery, menjaga stabilitas kita, dan kita bisa melanjutkan lagi kehidupan kita. Normalisasi kita lanjutkan pada kebijakan maupun pada kegiatan ekonomi dan bisnis keuangan dan khususnya perbankan,” pungkasnya.

(SAN)

Halaman : 1 2 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD