AALI
9900
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1460
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
195
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
970
AKRA
4180
AKSI
420
ALDO
1050
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.06
1.58%
+7.86
IHSG
6558.30
0.78%
+50.62
LQ45
945.22
1.47%
+13.67
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda

ECONOMIA
Minggu, 15 Agustus 2021 12:49 WIB
Modus penipuan e-commerce hingga saat ini masih sering terjadi. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang belum mengetahui ciri-ciri dan modus penipuan tersebut.
Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda. (Foto: Modus Penipuan Ecommerce)
Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda. (Foto: Modus Penipuan Ecommerce)

IDXChannel – Modus penipuan e-commerce hingga saat ini masih sering terjadi. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang belum mengetahui ciri-ciri dan modus penipuan tersebut. Transaksi belanja online masih rawan dengan berbagai modus penipuan. Semakin lama, modus yang dilakukan para penipu pun kian canggih, membuat kita tak sadar telah masuk ke dalam jebakan mereka.

Pasalnya, dengan iming-iming promo atau hadiah dengan jumlah besar, calon konsumen jadi tergiur. Sehingga, tanpa paksaan pun, mereka rela mengeluarkan sejumlah biaya untuk menebusnya. Karenanya, menurut penyedia layanan payment gateway di Indonesia Xendit, calon konsumen perlu mengamati dengan detail seberapa jauh keamanan transaksi dalam bisnis online.

Mengutip berbagai sumber, Minggu (15/8/2021), kenali beberapa modus penipuan yang hingaa saat ini masih sering terjadi:

1. Meminta kode OTP
Kode OTP merupakan kode autentifikasi yang terdiri dari 4 sampai 6 digit dan dikirim melalui SMS untuk menjaga keamanan akun belanja Anda di situs belanja online atau ecommerce. Jadi, jangan pernah memberikan kode ini kepada siapapun, termasuk pihak yang mengatasnamakan situs ecommerce tersebut, pihak penjual, ataupun pihak kurir.

2. Mengirim link palsu
Ketika Anda belanja online, pastikan Anda mengakses situs belanja atau ecommerce yang resmi. Waspada jika ada pesan yang mengarahkan Anda untuk mengakses suatu link yang memiliki tampilan mirip seperti situs belanja atau ecommerce tertentu. Dan jangan menginput informasi pribadi seperti alamt email, password, atau nomor telepon ke situs yang tidak dapat dijamin keamanannya.

3. Modus call forwarding
Jangan pernah mau jika ada pihak yang meminta Anda melakukan panggilan ke nomor tertentu berawalan *21, *62, *67, atau *61 dengan alasan apapun. Modus penipuan ini dapat mengalihkan telepon yang masuk ke nomormu ke nomor orang lain tanpa sepengetahuan Anda.

4. Kode promo palsu
Jangan mudah percaya jika Anda dihubungi oleh pihak tertentu dan dijanjikan hadiah atau kode promo, namun Anda diharuskan untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.

5. Bukti Transaksi Palsu
Saat ini yang sedang marak adalah bukti transaksi palsu. Calon konsumen tidak melakukan transaksi, melainkan hanya mengedit bukti transaksi. Bagi pebisnis yang tidak awas maka mudah terkecoh. Ketika produk sudah dikirim penjual, ternyata baru mengecek rekening dan tidak ada uang masuk. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD