AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda

ECONOMIA
Minggu, 15 Agustus 2021 12:49 WIB
Modus penipuan e-commerce hingga saat ini masih sering terjadi. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang belum mengetahui ciri-ciri dan modus penipuan tersebut.
Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda. (Foto: Modus Penipuan Ecommerce)
Jangan Berikan Kode OTP! Kenali 5 Modus Penipuan E-Commerce yang Dapat Merugikan Anda. (Foto: Modus Penipuan Ecommerce)

IDXChannel – Modus penipuan e-commerce hingga saat ini masih sering terjadi. Bahkan, tak sedikit masyarakat yang belum mengetahui ciri-ciri dan modus penipuan tersebut. Transaksi belanja online masih rawan dengan berbagai modus penipuan. Semakin lama, modus yang dilakukan para penipu pun kian canggih, membuat kita tak sadar telah masuk ke dalam jebakan mereka.

Pasalnya, dengan iming-iming promo atau hadiah dengan jumlah besar, calon konsumen jadi tergiur. Sehingga, tanpa paksaan pun, mereka rela mengeluarkan sejumlah biaya untuk menebusnya. Karenanya, menurut penyedia layanan payment gateway di Indonesia Xendit, calon konsumen perlu mengamati dengan detail seberapa jauh keamanan transaksi dalam bisnis online.

Mengutip berbagai sumber, Minggu (15/8/2021), kenali beberapa modus penipuan yang hingaa saat ini masih sering terjadi:

1. Meminta kode OTP
Kode OTP merupakan kode autentifikasi yang terdiri dari 4 sampai 6 digit dan dikirim melalui SMS untuk menjaga keamanan akun belanja Anda di situs belanja online atau ecommerce. Jadi, jangan pernah memberikan kode ini kepada siapapun, termasuk pihak yang mengatasnamakan situs ecommerce tersebut, pihak penjual, ataupun pihak kurir.

2. Mengirim link palsu
Ketika Anda belanja online, pastikan Anda mengakses situs belanja atau ecommerce yang resmi. Waspada jika ada pesan yang mengarahkan Anda untuk mengakses suatu link yang memiliki tampilan mirip seperti situs belanja atau ecommerce tertentu. Dan jangan menginput informasi pribadi seperti alamt email, password, atau nomor telepon ke situs yang tidak dapat dijamin keamanannya.

3. Modus call forwarding
Jangan pernah mau jika ada pihak yang meminta Anda melakukan panggilan ke nomor tertentu berawalan *21, *62, *67, atau *61 dengan alasan apapun. Modus penipuan ini dapat mengalihkan telepon yang masuk ke nomormu ke nomor orang lain tanpa sepengetahuan Anda.

4. Kode promo palsu
Jangan mudah percaya jika Anda dihubungi oleh pihak tertentu dan dijanjikan hadiah atau kode promo, namun Anda diharuskan untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.

5. Bukti Transaksi Palsu
Saat ini yang sedang marak adalah bukti transaksi palsu. Calon konsumen tidak melakukan transaksi, melainkan hanya mengedit bukti transaksi. Bagi pebisnis yang tidak awas maka mudah terkecoh. Ketika produk sudah dikirim penjual, ternyata baru mengecek rekening dan tidak ada uang masuk. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD