sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Anggaran MBG Tembus Rp855 Miliar per Hari, Kepala BGN: 70 Persen untuk Beli Bahan Baku

Economics editor Rohman Wibowo
20/01/2026 14:00 WIB
Kepala BGN mengatakan realisasi anggaran MBG secara harian tembus Rp855 miliar, naik signifikan dibanding periode sebelumnya, yakni Rp8,55 miliar.
Anggaran MBG Tembus Rp855 Miliar per Hari, Kepala BGN: 70 Persen untuk Beli Bahan Baku. (Foto: iNews Media Group)
Anggaran MBG Tembus Rp855 Miliar per Hari, Kepala BGN: 70 Persen untuk Beli Bahan Baku. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak program dimulai pada 8 Januari 2025 cukup besar. Jumlahnya pun terus bertambah di awal 2026.

“Per 19 Januari 2026 malam total 21.102 SPPG dan sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat,” kata Dadan di dalam forum Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).

Dadan mengatakan realisasi anggaran untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat hampir mendekati Rp18 triliun atau persisnya Rp17,39 triliun per 16 Januari 2026.

Secara harian, realisasi anggaran tembus Rp855 miliar. Jumlah ini naik signifikan dibanding periode sebelumnya, yakni Rp8,55 miliar untuk penggunaan dana operasional harian.

Selain itu, porsi anggaran yang dilebihkan Kementerian Keuangan era Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terserap mencapai Rp55,2 triliun. Jumlah tersebut melebihi target serapan anggaran pada periode 2025, yang sebesar Rp52 triliun.  

“Mungkin ini salah satu badan setara kementerian yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG dan digunakan 70 persen untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan dan 10 persen untuk insentif bagi mitra BGN,” ujar Dadan.

Dia menitikberatkan realisasi anggaran tidak dipakai untuk kepentingan infrastruktur SPPG, karena ditanggung oleh mitra. Sehingga, fokus anggaran terserap di bahan baku makanan, dan ke depan bakal memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Target SPPG 2026 itu kami perkirakan ada 28 ribu SPPG di aglomerasi, dan 8.617 di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta. Dan diproyeksikan di pertengahan tahun tercapai proyeksi porsi MBG mencapai 21 miliar porsi,” ujar dia.

Ke depan, lanjut Dadan, BGN bakal mengakselerasi perkembangan program BGN lebih masif. Sejalan itu, kualitas layanan dan makanan bakal diperhatikan.

“Tentu saja selain mengejar investasi gizi untuk anak di 2026, kami juga akan melakukan akreditasi dan sertifikasi untuk melihat kualitas layanan sehingga nanti akan mendapatkan kualitas SPPG yang unggul. Di tahun 2026, kualitas adalah tujuan BGN,” ucap dia. 

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement