sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Anggaran Subsidi Energi Dihitung Ulang usai Harga Minyak Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
04/03/2026 01:01 WIB
Kementerian ESDM tengah menghitung ulang porsi anggaran subsidi energi pasca eskalasi konflik Israel, AS, dan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.
Anggaran Subsidi Energi Dihitung Ulang usai Harga Minyak Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz. (Foto Istimewa)
Anggaran Subsidi Energi Dihitung Ulang usai Harga Minyak Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz. (Foto Istimewa)

Sementara asumsi harga minyak dalam APBN, dikatakan Bahlil, hanya sebesar USD70 per barel. Selisih harga inilah yang membuat potensi membengkaknya anggaran subsidi energi buntut dari perang Iran melawan AS-Israel.

"Ini yang akan kita harus hati-hati, berdampak pada kenaikan subsidi yang akan ditangguh oleh negara. Tapi di sisi lain dengan kenaikan harga ICP itu juga negara mendapatkan pendapatan. Karena kan kita berkontribusikan kurang lebih sekitar 600 ribu barel sampai 600 ribu lebih barel per day," kata Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil menyampaikan, akan melakukan pengalihan impor untuk minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah karena penutupan Selat Hormuz. Sekitar 25 persen total impor Indonesia akan dialihkan dari Timur Tengah ke AS.

"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Skenarionya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement