AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Anies Temui Buruh, Jelaskan UMP 2022 Hanya Naik Rp38 Ribu

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Senin, 29 November 2021 17:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui para buruh yang melakukan demonstrasi terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 di depan Balai Kota DKI Jakarta. 
Anies Temui Buruh, Jelaskan UMP 2022 Hanya Naik Rp38 Ribu (FOTO: MNC Media)
Anies Temui Buruh, Jelaskan UMP 2022 Hanya Naik Rp38 Ribu (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui para buruh yang melakukan demonstrasi terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 di depan Balai Kota DKI Jakarta. 

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menuntut penetapan UMP yang hanya naik Rp38.000 tahun depan. Seperti diketahui, UMP yang ditetapkan untuk Jakarta sebesar Rp4.452.724.

Anies mengapresiasi para buruh yang telah melakukan unjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi mereka. “Saya ingin mengulang pesan, bahwa kita di Indonesia ini memiliki begitu banyak masalah dan tantangan. Tetapi kita punya orang-orang yang peduli untuk menyelesaikan masalah. Buruh ada jutaan, dan teman-teman memilih hadir untuk memperjuangkan nasib buruh,” ucap Gubernur Anies sebagaimana dikutip di laman PPID DKI Jakarta (29/11/2021).

Gubernur Anies mengungkapkan jika telah mendengar apa yang menjadi tuntutan para buruh. Pemprov DKI Jakarta juga telah mengirimkan surat kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terkait UMP 2022 agar UMP 2022 di Jakarta dapat berbeda dengan provinsi lain, sebab Pemprov DKI Jakarta menilai kenaikan UMP 2022 terlampau kecil jika diterapkan di Jakarta.

“Saya sudah dengar apa yang tadi disampaikan. Kita sudah bertemu berkali-kali dan kita ingin agar semua yang di Jakarta merasakan kesejahteraan, termasuk buruh. Kami pun (punya) pandangan yang sama dengan teman-teman,” kata Anies.

Ia pun berkata bahwa angka tersebut amat kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Minggu lalu kami mengirim surat ke Menteri Tenaga Kerja. Kami melihat PP 36 yang formulanya diberikan untuk seluruh Indonesia. Kami semua terima formulanya, kami semua terima angkanya. Bila diterapkan di Jakarta, maka buruh hanya mengalami kenaikan sebesar 38 ribu,” ujarnya.

Anies berpendapat bahwa inisiasi mengirim surat ke Kemnaker didasari oleh rasa keadilan. “Karena itu kita mengirimkan surat sesuai prosedur bahwa formulanya harus memberikan rasa keadilan. Kita sedang fase pembahasan. Kita berkeinginan agar di Jakarta baik buruh dan pengusuha merasakan keadilan,” tutup Anies. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD