Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut naik ke angka Rp226,4 triliun atau 19,9 persen dari target APBN Rp459,2 triliun.
Dari sisi pengeluaran, belanja negara tumbuh lebih cepat sebesar 34,4 persen yoy dengan realisasi mencapai Rp1.365,4 triliun. Penyerapan ini setara dengan 35,5 persen dari pagu pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh strategi pemerintah yang terus mempercepat penyaluran belanja sejak awal tahun.
Secara sektoral, komponen belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp1.059,3 triliun atau tumbuh 52,6 persen (yoy).
Penyerapan ini terbagi secara merata, yakni Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun atau 34,3 persen dari pagu atau tumbuh 58,9 persen (yoy), serta Belanja Non-K/L yang terealisasi sebesar Rp541,6 triliun atau 33,0 persen dari pagu atau tumbuh 47,0 persen (yoy).
Di sisi lain, komponen Dana Transfer ke Daerah (TKD) tercatat mengalami sedikit koreksi tahunan sebesar 4,9 persen (yoy) dengan realisasi sebesar Rp306,1 triliun
(NIA DEVIYANA)