AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Apindo Sebut Robotisasi Tak Dapat Gantikan Tenaga Manusia, Ini Alasannya

ECONOMICS
Ikhsan Permana SP/MPI
Jum'at, 24 Juni 2022 07:46 WIB
Kedepan menurut Bob akan semakin banyak pekerjaan-pekerjaan yang memiliki masalah ergonomis itu penyelesaiannya menggunakan robot.
Apindo Sebut Robotisasi Tak Dapat Gantikan Tenaga Manusia, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)
Apindo Sebut Robotisasi Tak Dapat Gantikan Tenaga Manusia, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam mengatakan hadirnya robot atau robotisasi di industri tidak akan menggerus tenaga kerja manusia.

"Nggak usah khawatir bahwa dengan adanya robot kemudian akan menyebabkan tergerus tenaga kerja, tetap robot itu membutuhkan maintenance cuma kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan lebih tinggi," kata Bob kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (23/6/2022).

Ia menambahkan kalau dulu mendidik operator mungkin butuh 3 sampai 4 bulan saja, kedepan menurutnya harus mendidik orang-orang yang bisa melakukan perawatan robot dan membutuhkan pendidikan yang lebih lama.

"Paling tidak dibutuhkan waktu 3 sampai 4 tahun untuk mendidiknya. Jadi tetap kita butuh human resource tapi kualitasnya jauh lebih tinggi keterampilan yang dibutuhkan juga jauh lebih tinggi," jelasnya.

Bob mengungkapkan beberapa manfaat dengan adanya robot yang dilibatkan dalam proses produksi. "Yang pertama kan robot dipakai untuk hal-hal yang sifatnya presisi, jadi kalau udah aktivitas yang menyangkut milimeter lah, itu harus udah menggunakan robot. Kemudian yang kedua pekerjaan-pekerjaan yang dirty job ya yang nggak mungkin dikerjakan oleh manusia, nah itu juga digunakan robot. Itu yang basic foundationnya," paparnya.

Kedepan menurut Bob akan semakin banyak pekerjaan-pekerjaan yang memiliki masalah ergonomis itu penyelesaiannya menggunakan robot.

"Nanti operator akan semakin mudah pekerjaannya, produktivitasnya semakin tinggi, tetapi dia akan banyak dibantu oleh robot. Nah yang terakhir penggunaan robot itu dalam rangka untuk mengurangi emisi," ungkapnya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD