sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi Berfluktuasi Imbas Perang AS-Iran

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
03/03/2026 22:00 WIB
Menteri ESDM memproyeksikan dampak eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran akan membuat harga BBM non subsidi di dalam negeri berfluktuasi. 
Bahlil Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi Berfluktuasi Imbas Perang AS-Iran. (Foto: Iqbal Dwi Purnama/iNews Media Group)
Bahlil Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi Berfluktuasi Imbas Perang AS-Iran. (Foto: Iqbal Dwi Purnama/iNews Media Group)

Terkait kemungkinan perubahan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia, Bahlil memastikan hingga rapat terakhir pemerintah belum ada pembahasan ke arah tersebut kaitannya dalam melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi. 

"Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada. Jadi aman-aman saja, hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," tuturnya.

Namun demikian untuk jenis BBM subsidi seperti pertalite dan solar, fluktuasi harga minyak mentah dunia akan ditanggung oleh Negara. Sehingga harga pasaran untuk pertalite akan tetap dijaga Rp10.000/liter, dan solar Rp6.800/liter. 

"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," ujarnya.

Dengan demikian, meskipun konflik AS-Iran dan penutupan Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak mentah global, pemerintah memastikan harga BBM subsidi di dalam negeri masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian dalam waktu dekat.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement