AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Bangun Pabrik di India, Tesla Masih Tetap Berpeluang Investasi di Indonesia

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Minggu, 21 Februari 2021 20:48 WIB
Tesla Inc, perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat memutuskan untuk membangun pabrik mobilnya di Karnataka, India bagian selatan.
Bangun Pabrik di India, Tesla Masih Tetap Berpeluang Investasi di Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Tesla Inc, perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat memutuskan untuk membangun pabrik mobilnya di Karnataka, India bagian selatan. Namun, masih ada peluang Tesla tetap investasi di Tanah Air.

Pasalnya, sejak awal Tesla memang menyatakan minat investasi di Indonesia di sistem penyimpanan energi atau Energy Storage Syastem (ESS), bukan mendirikan pabrik mobil listrik di Indonesia.

Hal tersebut seperti diungkapkan, Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional Agus Tjahajana Wirakusumah salah satu alasan Tesla memilih investasi itu, karena ingin "mencicipi" lebih dulu bagaimana rasanya investasi dalam negeri. Apalagi, ini menjadi pengalaman baru bagi Tesla di Indonesia.
 
"Dia datang ke Indonesia ini sebagai investor baru, tentu dia ingin 'taste in the water'," kata Agus.

Di sisi lain, Tesla, menurut dia perlu mempelajari seluk beluk berinvestasi di Tanah Air. Mulai dari masalah lingkungan sampai dengan ketenagakerjaan. "Dia (Tesla) ingin melihat Indonesia ini ramah enggak terhadap lingkungan. Terus bagaimana mana masalah perburuhan dan lainnya. Kalau dia senang, maka enam bulan bisa memutuskan," tuturnya.


Tesla, menurutnya mempertimbangkan angka untuk berinvestasi di dalam negeri. Karena, berinvestasi baterai ke kendaraan listrik memerlukan investasi yang sangat besar. Sementara demand kendaraan listrik di Indonesia juga masih kecil.

Hal yang sama juga diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan banyak permintaan dari berbagai negara untuk Tesla investasi di bidang Energy Storage System (ESS). Akan tetapi Tesla ingin kerja sama dengan Indonesia.

"Mereka (Tesla), sebenarnya dari sisi permintaan dengan nergara lain sudah sangat tinggi. Namunmereka ingin kerja sama dengan Indonesia," jelasnya.

Selain itu, lanjut Seto, Tesla mengatakan bahwa negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang berpotensi mengombinasikan energi baru terbarukan dengan teknologi ESS ini.

"Dan untuk kelanjutan rencana investasi ini, pekan depan Tesla bersama PT Aneka Tambang Tbk, PT Inalum (Persero) juga akan mengadakan pertemuan kembali secara virtual," ungkap dia.

Septian mengatakan, investasi Tesla di bidang ESS ini mirip baterai seperti powerbank. Tapi ini powerbank ekstra besar kapasitasnya bisa puluhan mega watt.

Kemudian, kata Seto, ESS ini bisa menggantikan pembangkit peaker. Di mana peaker itu kan pembangkit yang eletricity daripada bikin pembangkit baru yang harganya mahal lebih baik memakai baterai. 

"Mereka mencontohkan kesuksessan meraka di Australia meraka sudah membangun cukup banyak," ungkap dia.

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD