“Setiap triwulan ada penerima manfaat baru hasil pemutakhiran DTSEN. Sebagian besar belum memiliki rekening sehingga perlu proses burekol,” jelasnya.
Khusus untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemensos telah menyalurkan bansos senilai Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. Penyaluran ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.
Selain bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana. Program ini mencakup bantuan logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (jadup), hingga bantuan pemulihan sosial ekonomi.
Total anggaran bansos adaptif yang disiapkan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, anggaran kedaruratan hampir Rp100 miliar telah tersalurkan. Saat ini, sekitar Rp600 miliar sudah tersedia di rekening untuk segera dicairkan, sementara sisanya masih dalam proses pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Adapun rincian bantuan meliputi santunan ahli waris sebesar Rp14,8 miliar bagi 990 jiwa (Rp15 juta per jiwa), bantuan isi hunian Rp98,7 miliar untuk 32,9 ribu kepala keluarga (Rp3 juta per keluarga), serta jadup Rp25,8 miliar bagi 19,1 ribu jiwa (Rp15 ribu per jiwa).