“Kita perlu stok yang banyak pada bulan Januari. Jadi stok itu harus cukup sampai bulan Maret. Karena Lebarannya juga maju, ada Valentine, Imlek, Nataru,” kata Budiharjo.
Untuk mengatasi persoalan itu, dia mengharapkan koordinasi yang lebih kuat antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dengan instansi terkait seperti Bea Cukai serta kementerian teknis.
“Jadi, harapan kami bisa berkoordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian. Barang-barang itu harus ada. Atau kita akan kehilangan momentum penjualan,” tandasnya.
(Nadya Kurnia)