sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Banyak Libur Nasional Berdekatan, Pengusaha Ritel Keluhkan Keterlambatan Pasokan Barang Impor

Economics editor Tangguh Yudha
07/03/2026 16:28 WIB
Padatnya momentum perayaan nasional pada Februari-Maret membuat pelaku usaha harus belanja barang dalam jumlah besar secara bersamaan.
Banyak Libur Nasional Berdekatan, Pengusaha Ritel Keluhkan Keterlambatan Pasokan Barang Impor. (Foto: Istimewa)
Banyak Libur Nasional Berdekatan, Pengusaha Ritel Keluhkan Keterlambatan Pasokan Barang Impor. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pelaku usaha ritel mengeluhkan keterlambatan pasokan barang impor menjelang periode belanja Lebaran 2026, sebab kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran perdagangan di pusat-pusat perbelanjaan.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menjelaskan sejauh ini stok barang dari produsen dalam negeri relatif aman. Namun, sejumlah produk impor mengalami keterlambatan pengiriman.

“Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga, namun untuk impor kami menghadapi masalah,” katanya saat dijumpai di Senayan City Mall, Jumat (6/3/2026).

Budihardjo juga menyoroti padatnya momentum belanja pada awal tahun karena banyak perayaan berdekatan. Mulai dari perayaan Imlek, Cap Go Meh, Ramadan hingga Lebaran yang berlangsung dalam waktu berdekatan. 

Kondisi tersebut membuat kebutuhan stok barang menjadi lebih besar dalam waktu singkat.

“Kita perlu stok yang banyak pada bulan Januari. Jadi stok itu harus cukup sampai bulan Maret. Karena Lebarannya juga maju, ada Valentine, Imlek, Nataru,” kata Budiharjo.

Untuk mengatasi persoalan itu, dia mengharapkan koordinasi yang lebih kuat antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dengan instansi terkait seperti Bea Cukai serta kementerian teknis.

“Jadi, harapan kami bisa berkoordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian. Barang-barang itu harus ada. Atau kita akan kehilangan momentum penjualan,” tandasnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement