AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
308
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.93
0.64%
+3.44
IHSG
7164.91
0.44%
+31.45
LQ45
1022.74
0.63%
+6.38
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Bea Cukai Jatim II Kontribusikan Rp 51 M untuk Penerimaan Negara

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Rabu, 22 Desember 2021 06:29 WIB
Bea Cukai Jawa Timur II mencatat telah ikut menyumbangkan pemasukan negara sebanyak Rp51.307.679.056.637 pada periode Januari-Desember 2021.
Bea Cukai Jatim II Kontribusikan Rp 51 M untuk Penerimaan Negara. (Foto: MNC Media)
Bea Cukai Jatim II Kontribusikan Rp 51 M untuk Penerimaan Negara. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bea Cukai Jawa Timur II mencatat telah ikut menyumbangkan pemasukan negara sebanyak Rp51.307.679.056.637 pada periode Januari-Desember 2021. Pendapatan itu didapatkan dari barang ilegal yang disita hingga membuat target penerimaan melebihi target.

"Naik target penerimaan yang ditetapkan yakni sebesar Rp Rp 48.993.718.455.000 atau mencapai 104,72 persen. Dari total penerimaan yang berhasil dikumpulkan, 97,78 persen diantaranya merupakan penerimaan dari cukai Hasil Tembakau, Etil Alkohol maupun Minuman Mengandung Etil Alkohol," ucap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II Oentarto Wibowo , kepada MNC Portal, pada Selasa (21/12/2021) di kantornya.

Selama tahun 2021 dikatakan Oentarto, telah melaksanakan penindakan dengan Surat Bukti Penindakan (SBP) yang terbit sebanyak 941 SBP dan terdiri atas 742 SBP untuk penindakan terkait Barang Kena Cukai (BKC) serta 199 SBP untuk penindakan Non BKC. 

"Penindakan tersebut berhasil mengamankan potensi kerugian negara sebesar Rp 15.148.834.175,00 dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 33.379.593.671,00," ucapnya.

Oentarto menambahkan, untuk tren penindakan Barang Kena Cukai (BKC), hingga 19 Desember 2021 pihaknya berhasil mengamankan 31.395.904 batang rokok, 121.390 gram tembakau iris (TIS), 0.73 Liter Liquid Vape (HPTL), dan 2.375.66 liter MMEA (miras). 

"Selama periode 16 Agustus 2021 hingga 9 Oktober 2021 Kanwil BC Jatim II telah melakukan tindakan represif berupa Operasi Gempur Rokok Ilegal dan berhasil mengamankan 6.581.217 batang rokok illegal dan 574,35 liter MMEA dengan potensi kerugian negara Rp 2.855.334.957,00 dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 2.946.350.189,00," paparnya.

Pihaknya berkomitmen bakal terus melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal, memulihkan ekonomi Indonesia agar dapat bertahan dan bangkit dari tekanan akibat pandemi COVID-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional. 

"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menyiapkan program relaksasi dan kemudahan baik prosedural maupun fiskal untuk mendorong kinerja ekspor dan mendukung pertumbuhan ekonomi," tutup dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD