AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Belum Ada Aturan Perlindungan Data Pribadi, Ini Saran Kominfo untuk Terhindar Kebocoran Informasi

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 04 Juni 2021 06:58 WIB
Sampai saat ini rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) masih di bahas di DPR.
Belum Ada Aturan Perlindungan Data Pribadi, Ini Saran Kominfo untuk Terhindar Kebocoran Informasi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kebocoran data pribadi masyarakat kerap terjadi di dunia maya dan disalahgunakan. Apalagi sampai saat ini rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) masih di bahas di DPR.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan, Kemkominfo  Edmon Makarim  menyampaikan  perlindungan data pribadi sangat dibutuhkan untuk melindungi hak-hak dasar dan kebebasan individu. 

"Literasi digital perlu terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia mengenai bagaimana masyarakat menjadi lebih awas terhadap keamanan data pribadi dan bagaimana cara melindunginya," kata Bambang di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Dia menyampaikan bahwa yang dibutuhkan sekarang ini lebih dari sekedar Peraturan Menkominfo (Permenkominfo) ataupun Peraturan Pemerintah (PP). 

"Menurutnya yang dibutuhkan adalah adanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang saat ini rancangannya sudah masuk dalam program prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021," bebernya.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan data pribadi, Ia mengatakan untuk tidak memberikan informasi pribadi kepada sembarang pihak, gunakan waktu lebih dan berfikir matang, waspada tautan atau lampiran yang mencurigakan, lindungi gawai dan komputer dengan perangkat lunak yang asli dan aktifkan antivirus yang selalu update.

“Jangan gunakan kata sandi yang gampang ditebak, ganti password secara periodik, jangan gunakan yang gampang ditebak seperti tanggal lahir,” jelasnya.

Serta untuk selalu melakukan backup data penting secara rutin dan juga laporkan kepada pihak yang berwenang apabila terjadi kejahatan siber. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD