AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Benarkah Virus Covid-19 Varian Delta Lebih Mematikan? Ini Penjelasan Ahli

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Selasa, 22 Juni 2021 15:45 WIB
Hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa virus Covid-19 dari varian Delta atau B1617 dari India ini lebih mematikan.
Hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa virus Covid-19 dari varian Delta atau B1617 dari India ini lebih mematikan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guru Besar Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika menegaskan hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa virus Covid-19 dari varian Delta atau B1617 dari India ini lebih mematikan.

“Asosiasi klinisnya memang belum ada data bahwa virus ini (varian Delta) lebih mematikan belum ada data,” tegas Mahardika secara virtual, Selasa (22/6/2021).

Meskipun, kata Mahardika, varian Delta yang mengalami perubahan gen ada kemungkinan lebih infeksius atau lebih mudah menular dari orang ke orang. “Tapi kemudian nampaknya memang virus ini mudah menular karena ada perubahan gen, satu tempat protease virus ini yang mengalami perubahan yang kemungkinan lebih infeksius itu bahasanya, lebih menular dari orang ke orang,” katanya.

Pasalnya, Mahardika menjelaskan bahwa virus Covid-19 varian Delta di tempat asalnya India yang muncul pertama kali pada Mei 2021 lalu bisa menyebabkan kenaikan hingga 400.000 kasus. Namun, kini dalam seminggu terakhir kasusnya menurun 50.000 sampai 80.000 kasus per hari.

“Tetapi, syukurnya jadi negara India di mana virus ini pertama muncul di awal Mei itu kasusnya sampai 400.000 per hari, tapi kemudian dalam waktu 1 minggu terakhir itu sudah menurun menjadi 50.000 sampai 80.000 kasus per hari,” kata Mahardika.

Jadi, kata Mahardika, asosiasi bahwa virus Covid-19 varian Delta ini lebih mudah menular dan lebih ganas belum ada. “Jadi, asosiasi bahwa dia itu menyebabkan lebih mudah menular dan lebih ganas belum ada. Kita syukuri dulu, itu yang kita hadapi.”

Sementara kini, proporsi penyebaran varian Delta masih di kisaran angka 20% dalam dua minggu terakhir ini. “Nah, sedangkan varian Delta yang menarik, jadi yang tadinya hanya 2-3% sampai 5% di dunia, bahwa satu sampai dua minggu terakhir itu melonjak 20% virus dunia itu sudah digolongkan oleh varian Delta,” papar Mahardika. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD