AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Berhasil Sumbang 60 Persen PDB, Usaha Retail dan UMKM Sedang Bangkit

ECONOMICS
Isty Maulidya/Okezone
Minggu, 09 Mei 2021 09:21 WIB
Usaha ritel dan usaha mikro kecil menengah sedang bangkit dan berhasil sumbang 60 persen PDB.
Berhasil Sumbang 60 Persen PDB, Usaha Retail dan UMKM Sedang Bangkit. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Pertumbuhan ritel dan Usaha Mikro Kecil Menengah awalnya mengalami penurunan imbas pandemi Covid-19, hal tersebut nyatanya berbanding terbalik dengan jumlah pertumbuhan UMKM yang meningkat tiap tahun. Meski demikian industri sedang bangkit dan berhasil sumbang 60 persen PDB.

Diungkapkan VP Director Tangcity Superblock Norman Eka Saputra, bahwa industri ritel di pusat perbelanjaan sempat terperosok pada 2020. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan mobilitas dan penurunan konsumsi masyarakat. Namun di 2021 ini, pelaku usaha retail dan UMKM sudah mulai bangkit seiring dengan berubahnya kebijakan ekonomi.

"Ritel di pusat perbelanjaan mengalami penurunan pendapatan per tahun secara nasional dari Rp 400 triliun menjadi Rp 200 triliun karena pandemi diharapkan perlahan-lahan dapat bangkit kembali," ujar Norman pada Sabtu (8/5/2021).

Jumlah UMKM yang terus tumbuh hingga 65 juta berhasil menyumbangkan PDB dengan nilai yang tinggi. Bahkan untuk sektor makanan dan minuman bisa mencapai angka yang lebih tinggi dan optimis mengejar target pendapatan 2023.

"Dari 65 juta UMKM di Indonesia, mereka berhasil menyumbangkan lebih dari 60 persen PDB atau Produk Domestik Bruto. Sementara sektor retail F&B atau makanan dan minuman optimis mengejar target pendapatan tahun 2023, yakni USD1,4 miliar," lanjutnya.

Saat ini pelaku usaha retail dan juga pelaku UMKM bangkit kembali dengan gencarnya vaksinasi massal terutama untuk para pedagang, dinilai mampu menjadi angin segar geliat ekonomi. Hal itu disebut membawa perubahan baik bagi roda perekonomian masyarakat.

"Vaksinasi massal dikebut, pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi kembali dengan kapasitas tertentu. Penerapan protokol kesehatan 3M berkontribusi banyak untuk menjaga gerakan roda ekonomi kita ditengah tekanan yang tengah kita alami bersama,” tandas. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD