sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bongkar Mafia Pangan, Mentan Desak Pengusutan Dalang di Balik 23,1 Ton Pangan Ilegal

Economics editor Tangguh Yudha
18/04/2026 14:49 WIB
Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita sejumlah komoditas ilegal, meliputi 2,1 ton bawang merah asal Thailand, 9,1 ton bawang putih dari China.
Bongkar Mafia Pangan, Mentan Desak Pengusutan Dalang di Balik 23,1 Ton Pangan Ilegal. (Foto: Istimewa)
Bongkar Mafia Pangan, Mentan Desak Pengusutan Dalang di Balik 23,1 Ton Pangan Ilegal. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan Bareskrim Polri mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyelundupan 23,1 ton komoditas pangan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menegaskan penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan.

“Kami minta diusut sampai ke akar. Aktor intelektualnya harus dibongkar. Ini jaringan besar, bukan kasus biasa,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita sejumlah komoditas ilegal, meliputi 2,1 ton bawang merah asal Thailand, 9,1 ton bawang putih dari China, 7,9 ton bawang bombai asal Belanda, 1,6 ton bawang bombai dari India, serta 2,2 ton cabai kering asal China.

Amran menilai kasus di Pontianak hanya sebagian kecil dari praktik penyelundupan pangan yang lebih luas dan terorganisir. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat juga menggagalkan penyelundupan besar di berbagai daerah, di antaranya 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang, 72 ton di Surabaya, 250 ton beras ilegal di Sabang, serta sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.

“Polanya sama, berulang, dan terorganisir. Ini yang kami sebut mafia pangan. Skalanya sudah ratusan hingga ribuan ton, artinya ada kekuatan besar di belakangnya,” kata Amran.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement