AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Bos Citilink Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pesawat di Garuda (GIAA)

ECONOMICS
Erfan Maruf
Kamis, 24 Maret 2022 06:37 WIB
Dirut Citilink Dewa Kadek Rai kembali diperiksa Kejagung ebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia.
Bos Citilink Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pesawat di Garuda (GIAA) (FOTO: MNC Media)
Bos Citilink Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Pesawat di Garuda (GIAA) (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Dewa Kadek Rai kembali diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pada 2011-2021.

"Saksi yang diperiksa yaitu DKR selaku Direktur PT Citilink Indonesia," kata Kapuspenkum kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangannya, dikutip Kamis (24/3/2022). 

Ketut mengatakan bahwa Dirut PT Citilink itu diperiksa berkaitan dugaan korupsi pengadaan pesawat jenis ATR 72-600 PT Garuda Indonesia yang telah menjerat tiga tersangka.

Sampai saat ini telah ditetapkan tiga tersangka, yakni; Mantan Vice President Planning PT Garuda Indonesia Tahun 2017-2018, AB; Vice President Strategic Management Office PT Garuda Indonesia 2011-2012, SA; dan Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia 2009-2014, AW. 

Ketiganya dipersangkakan dengan Pasal berlapis yaitu 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2021 Tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP.

Dan subsider Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Dengan UU No 20 Tahun 2021 Tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Perannya ini (AB) bersama dengan dua tersangka yang sebelumnya sudah ditahan yaitu SA dan AW. Yaitu tidak melaksanakan perencanaan dengan baik terhadap pembelian pesawat dari PT Garuda," sebutnya

Mereka diduga tidak melakukan kajian kemudian tidak menggunakan analisis kebutuhan pesawat, perencanaan penerbangan, mitigasi risiko yang disusun berdasarkan hasil pembelian barang dan jasa yang efektif, efisien, wajar, dan akuntabel. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD