Penentuan posisi desil tidak bertumpu semata-mata pada satu variabel, seperti penghasilan, kepemilikan satu jenis barang, kapasitas daya listrik, ataupun jenis pekerjaan tertentu.
Kata Amalia, BPS mengukur beragam karakteristik sosial ekonomi secara simultan, yang meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, jenjang pendidikan, pekerjaan, status kesehatan, hingga keberadaan penyandang disabilitas.
Seluruh variabel tersebut dianalisis bersama menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diobservasi. Metode PMT merupakan pendekatan statistik yang diakui dan diterapkan secara internasional, khususnya saat data pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diverifikasi secara lengkap.
Melalui integrasi berbagai indikator ini, satu kondisi tunggal tidak serta-merta menentukan posisi desil suatu keluarga.
Dalam tata kelola program pemerintah, desil berfungsi sebagai instrumen pemeringkatan yang membantu kementerian dan lembaga mengenali profil kesejahteraan relatif kelompok masyarakat. Informasi ini dimanfaatkan sebagai rujukan dalam menentukan prioritas sasaran program sesuai ketentuan teknis masing-masing K/L, sehingga desil bukanlah daftar mutlak penerima bantuan sosial.