AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Dahlan Iskan: Holding Ultra Mikro Berpotensi Kembangkan UMKM Naik Kelas

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy/Sindo
Selasa, 23 Maret 2021 12:50 WIB
Sinergi melalui holding akan membuat pemberdayaan UMKM berjalan berkesinambungan.
Dahlan Iskan: Holding Ultra Mikro Berpotensi Kembangkan UMKM Naik Kelas (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, holding BUMN ultra mikro berpotensi semakin banyak menumbuhkan UMKM yang sukses dan bisa naik kelas. 

Alasannya, sinergi melalui holding akan membuat pemberdayaan UMKM berjalan berkesinambungan. 

Dia juga menilai proses digitalisasi pada BRI, PNM, dan Pegadaian bisa berjalan lebih cepat dan murah melalui pembentukan holding. 

Digitalisasi itu mutlak. Untuk apa ada holding tapi tidak bisa mengatur itu. Itu bagus sekali dan kalau itu ditangani bersama dengan lebih efisien saya setuju sekali. 

"Jadi ini misi negara yang harus kita laksanakan, di mana kita memerlukan institusi yang bersaing pada tingkat global dan ini (pembentukan holding) salah satu jalan yang harus dilakukan,” katanya, Selasa (23/3/2021). 

Lebih lanjut dia menuturkan, pembentukan holding disebutnya bisa menumbuhkan perekonomian dengan pesat. 

Pertumbuhan ekonomi yang cepat ini akan banyak membawa dampak baik, salah satunya yakni membuat semakin bertambahnya pelaku usaha ultra mikro dan mikro yang bisa naik kelas. 

“UMKM ini sebaiknya kita kelompokkan, misalnya UMKM yang sifatnya produksi, kemudian yang sifatnya perdagangan lokal pun ekspor. Menurut saya pembinaannya harus sangat tajam,” tuturnya. 

Dia bercerita, pada saat dirinya menjabat Menteri BUMN, langkah klasterisasi perusahaan negara ia lakukan demi membentuk BUMN yang berdaya saing tidak hanya di lingkup lokal, tapi juga regional dan internasional. 

Contohnya, saat itu Dahlan sempat membentuk klaster BUMN sektor keamanan nasional untuk murni kepentingan memperkuat pertahanan nasional. 

Dahlan juga menginisiasi sinergi BUMN di bidang pangan untuk membentuk ketahanan pangan dan energi. 

"Tapi karena bukan holding maka hubungan manajemennya tidak bisa terlalu tegas. Akhirnya aliran modal, misalnya, tidak bisa saling ngotot antarmanajemennya,” ujarnya. 

Kemudian, dirinya juga sempat berencana membentuk klaster BUMN untuk bisnis yang bertujuan memperbesar kapasitas serta daya saing perusahaan negara di tataran global. 

Visinya, kelak BUMN yang bergabung di klaster binsis dapat berdiri sendiri menjalankan perannya dan menyumbang banyak keuntungan untuk kas negara.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD