AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Dana PC PEN Dihapus di 2023, Menkes Paparkan Soal Anggaran Penyediaan Vaksin Covid

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 16 Agustus 2022 21:00 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beri pemaparan terkait penyediaan vaksin Covid di 2023, dimana dana PC PEN bakal ditiadakan.
Dana PC PEN Dihapus di 2023, Menkes Paparkan Soal Anggaran Penyediaan Vaksin Covid (Dok.MNC)
Dana PC PEN Dihapus di 2023, Menkes Paparkan Soal Anggaran Penyediaan Vaksin Covid (Dok.MNC)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan alokasi dana Penanganan Covid-9 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) tak ada lagi di 2023. Itu artinya, dana untuk penanganan Covid-19 sepenuhnya berakhir di 2022.

Makanya, paparan RUU APBN 2023 pada anggaran kesehatan tidak memperlihatkan alokasi dana untuk Covid-19 sama sekali. Berbeda dengan 2022 yang masih diberikan suntikan dana sebanyak Rp82,4 triliun.

Meski tak ada lagi dana PC PEN di 2023, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak begitu khawatir penanganan Covid-19 akan terganggu. Begitu pula dengan ketersediaan vaksin Covid-19 yang tentunya masih diperlukan hingga tahun depan.

"Kami sudah menghitung bahwa anggaran kesehatan akan kembali ke anggaran rutin (reguler) di tahun depan dan ini tidak mengganggu ketersediaan vaksin Covid-19 maupun penanganan Covid-19 lainnya," ungkap Menkes Budi di konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023 secara virtual, Selasa (16/8/2022).

Untuk penyediaan vaksin Covid-19, menurut Menkes Budi, bagi kelompok penerima bantuan iuran (PBI), vaksin akan didukung pemerintah, salah satunya bisa melalui BPJS Kesehatan.

"Nah, untuk mereka yang non-PBI, penyediaan vaksinnya akan dikembalikan ke mekanisme pasar," ungkapnya.

"Lagipula jumlah vaksinasi sudah banyak dan terjaga baik," tambahnya.

Perlu diketahui bahwa anggaran kesehatan 2023 sebesar Rp169,8 triliun yang mana semuanya adalah untuk pendanaan reguler. Tidak ada sama sekali dana yang dialokasikan untuk Covid-19.

Menurut Menkes Budi, kebutuhan dana tersebut bisa didapat juga dari mengefisiensi 10 persen dana Pemerintah Daerah yang memang harus dialokasikan untuk dana kesehatan. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD