AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Dorong Bisnis UMKM, Ridwan Kamil Luncurkan Program Beli Bali

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Jum'at, 17 September 2021 16:18 WIB
Pemprov Jabar dan Bali meluncurkan program Beli Bali sebagai langkah kolaborasi sekaligus mitigasi sektor UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf).
Dorong Bisnis UMKM, Ridwan Kamil Luncurkan Program Beli Bali (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Bali meluncurkan program Beli Bali sebagai langkah kolaborasi sekaligus mitigasi sektor UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Lewat kerja sama tersebut, produk-produk UMKM dan ekraf Bali dipasarkan lewat platform borongdong.id. Beli Bali juga sekaligus memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, khususnya produk UMKM unggulan dan produk kreatif masing-masing provinsi yang sudah berjalan.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan Beli Bali merupakan langkah kolaborasi kedua provinsi yang didukung para pelaku UMKM dan ekraf. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterpurukan ekonomi akibat pandemi yang dialami para pelaku UMKM Bali.

"Kami sangat cinta Bali. Hubungan Jawa Barat dan Bali selama ini sudah luar biasa, kami datang untuk menguatkan ekonomi Bali, hari ini dan esok," ungkap Ridwan Kamil dalam peluncuran Beli Bali di Rumah Sanur, Sanur, Bali, Jumat (17/9/2021).

Peluncuran Beli Bali dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Ardana Sukawati, Ketua Dekranasda Jabar, Atalia Praratia Ridwan Kamil, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, produk Beli Bali yang dipasarkan lewat borongdong.id akan memiliki pasar yang besar dan terarah. Untuk tahap pertama, produk-produk unggulan tersebut akan dibeli oleh aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar. 

"ASN ekonominya tidak terpengaruh COVID-19. Bagi ASN, belanja sekarang jadi bentuk bela negara. Setelah ASN, pembeli segmen berikutnya adalah masyarakat umum," katanya. 

Menurut Kang Emil, Beli Bali yang direspons baik Pemprov Bali ini diluncurkan setelah dirinya intens berkomunikasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster. Menurutnya, Gubernur Koster memberikan syarat jika peluncuran bisa dilakukan setelah ada transaksi yang terjadi. 

"Bisa saya laporkan, sudah terjadi transaksi gabungan yang sudah masuk mencapai Rp500 juta sebelum diluncurkan," ungkap Kang Emil. 

Kang Emil pun berharap, transaksi yang sudah terjadi itu bisa menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi Bali sebelum sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Bali kembali pulih. 

"Saya ingin uang datang ke Bali lebih dulu, kalau orang kan masih butuh waktu untuk datang ke sini karena masih pandemi," imbuhnya. 

Selain membantu para pelaku UMKM dan Ekraf Bali, Kang Emil juga mengatakan bahwa Beli Bali juga turut menolong warga Jabar yang bergantung pada dua sektor ekonomi tersebut.

"Kami ke sini atas nama soliditas daerah. Kami kesini atas rasa cinta kami ke Bali Sekaligus melindungi warga Jabar yang sedang kesusahan. Jawa Barat sahabat Bali, itu kuncinya," tegas Kang Emil. 

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Ardana Sukawati yang hadir dalam peluncuran Beli Bali mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Jabar dalam upaya pemulihan ekonomi Bali. Bahkan, dia menilai, upaya ini luar biasa karena membantu secara langsung para pelaku UMKM dan ekraf Bali.

"Mudah-mudahan hubungan baik antara Jabar dan Bali tidak sebatas program ini, tapi lebih jauh lagi untuk kesejahteraan bersama. Ini hal yang positif bagi Bali," ungkapnya. 

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Bali di masa pandemi COVID-19 terkontraksi paling parah dibandingkan daerah lain. Penurunan terjadi karena besarnya ketergantungan pada sektor pariwisata.

Survei BPS Provinsi Bali mencatat, ada tiga sektor yang mengalami dampak paling parah yaitu akomodasi makan dan minum sebesar 92,47 persen, sektor jasa sebesar 90,90 persen, serta sektor transportasi dan perdagangan sebesar 90,34 persen. 


(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD