Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan pemerintah perlu memperkuat kemitraan internasional untuk mendukung ketahanan ekonomi dan nasional di tengah perubahan global.
"Kementerian Luar Negeri berperan sebagai fasilitator, katalisator, sekaligus problem solver dalam membangun kemitraan internasional. Ini semua untuk memperkuat ketahanan nasional yang adaptif, atau yang kami sebut dynamic resilience," kata Zelda.
Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Takdir, menilai transformasi menuju industri hijau menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.
"Indonesia punya dua pilihan: menawarkan diri sebagai destinasi investasi dengan menjadi bagian ESG atau kehilangan kesempatan terbaik karena tidak berada dalam ekosistem tersebut. Untuk masuk ke rantai pasok global, jendela kesempatannya singkat dan persaingannya semakin ketat. Transisi ke industri energi terbarukan dan pengembangan Eco Industrial Park adalah kunci untuk merebut peluang itu," ujar Muhammad Takdir.
Menurutnya, dukungan perlu diberikan kepada pelaku usaha dan sektor swasta yang telah lebih dahulu melakukan transisi menuju energi hijau. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dinilai penting untuk mempercepat transformasi tersebut.