AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

DPR Minta Pemerintah Waspada Lonjakan Covid-19 Seperti di India

ECONOMICS
Rakhmatullah/sindonews
Senin, 12 April 2021 16:15 WIB
Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mengingatkan agar pemerintah waspada akan lonjakan virus Covid seperti di India yang sebelumnya gembira kasus covid.
DPR Minta Pemerintah Waspada Lonjakan Covid-19 Seperti di India (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mengingatkan agar pemerintah waspada akan lonjakan virus Covid-19 seperti di India yang sebelumnya gembira kasus covid-19 sudah menurun. Kasus covid di India saat ini meningkat pesat, dalam sehari tambahan kasus covid mencapai 168.000 dan kasus kematian karena covid mencapai 903 dalam sehari.

"Meningkatnya kasus di India karena disebabkan kerumunan masyarakat yang tidak mengunakan masker dan tidak adanya jaga jarak antara lain dalam kegiatan kegiatan keagamaan dan politik di sana harus menjadi pelajaran berharga buat negara lain termasuk kita di Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Menurut Rahmad, saat ini pemerintah sudah dalam koridor yang benar dalam penanganan covid-19 di dalam negeri. Ini terbukti dengan penerapan kebijakan PPKM skala mikro yang telah membawa hasil dengan melandainya kasus positif.   

"Namun Pemerintah meskipun kasus sudah mulai melandai tidak kendor dan tetap fokus pada pengendalian covid, salah satu kebijakan adalah melarang mudik lebaran dan memotong cuti bersama," ungkapnya.

Di sisi lain, Politkus PDI Perjuangan itu juga berkaca melonjaknya kasus covid-19 di negara India, disebabkan oleh kerumunan dan tidak adanya jaga jarak maka kebijakan Pemerintah untuk wajib 3 M dan ditambah menghindari, mengurangi  mobilitas serta menjauhi kerumunan harus dilakukan bersama sama Pemerintah Pusat, Daerah, tokoh pemuka masyarakat keagamaan serta seluruh masyarakat harus benar-benar menjalankan wajib  5 M dan menegakan aturan ini.

"Dan kepada para tokoh masyarakat , keagamaan untuk turut serta mengelorakan wajib 5 M  utk kita terus dan tetap waspada,  ini mengingat kita memang belum bisa benar benar kendalikan covid 19 dan baru kita bisa menurunkan kasus (melandai). Kita perlu berkaca pada negara India jangan sampai gelombang kedua covid 19 melonjak drastis paparan positip serta kasus kematian yang menjonjak juga. Bila kita bersatu padu dan bergotong royong bersama niscaya kita bisa kendalikan covid 19 dengan baik," ungkapnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD