AALI
8050
ABBA
595
ABDA
6950
ABMM
1280
ACES
1305
ACST
264
ACST-R
0
ADES
2370
ADHI
685
ADMF
7650
ADMG
216
ADRO
1375
AGAR
398
AGII
1745
AGRO
2540
AGRO-R
0
AGRS
260
AHAP
57
AIMS
430
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
660
AKRA
3510
AKSI
418
ALDO
625
ALKA
228
ALMI
254
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
439.01
0.19%
+0.82
IHSG
6072.84
0.05%
+2.80
LQ45
825.08
0.25%
+2.03
HSI
26125.00
0.63%
+163.97
N225
27742.28
1.68%
+458.69
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
841,965 / gram

Dukung Pemulihan Ekonomi, Kartu Prakerja Berlanjut hingga 2021

ECONOMICS
Rizqa Leony/inews
Jum'at, 12 Maret 2021 07:20 WIB
Sebanyak 81 persen penerima bantuan memanfaatkan intensif sebesar Rp600 ribu tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Dukung Pemulihan Ekonomi, Kartu Prakerja Berlanjut hingga 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Program Kartu Prakerja menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi terhadap masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19. 

Pemerintah menetapkan anggaran program Kartu Prakerja pada 2021 kali ini sama dengan tahun lalu, yakni Rp20 triliun. 

Masih ada optimisme bahwa perekonomian Indonesia bisa lebih baik karena yakin fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Ditambah pula dengan kebijakan strategis untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, khususnya menjaga daya beli masyarakat. 

Deputi IV Kementerian Koordinator Perekonomian Rudy Salahudin mengatakan, bahwa Program Kartu Prakerja mengemban dua misi, yaitu untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta membantu daya beli masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. 

“Program Kartu Prakerja ini sendiri masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada kelompok perlindungan sosial,” ujarnya dalam Dialog Publik bertema Perkembangan Program Kartu Prakerja yang diselenggarakan KPCPEN, Rabu (10/3/2021) dan disiarkan di FMB9ID_IKP. 

Rudy pun turut menyampaikan hasil pelaksanaan program Kartu Prakerja di 2020 yang memuaskan. 

“Pada 2020, ada 12 gelombang Kartu Prakerja yang kita keluarkan dan kita sangat inklusif dalam menyentuh 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dengan jumlah penerima SK Kartu Prakerja mencapai 5,9 juta, menjangkau masyarakat difabel, kabupaten tertinggal, lulusan SD-SMP, masyarakat lansia, mantan TKI, serta masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Ini salah satu keberhasilan program Kartu Prakerja 2020," jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menambahkan bahwa menurut hasil survei BPS pada 2020, sebanyak 88,9 persen penerima kartu Prakerja mengaku jika keterampilan kerja mereka meningkat. 

Tak hanya itu, sebanyak 81 persen penerima bantuan memanfaatkan intensif sebesar Rp600 ribu tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. 

Senada dengan keterangan tersebut, seorang peserta Kartu Prakerja Gelombang 2 bernama Yumna Via Hasiany pun menceritakan pengalamannya mengikuti program Kartu Prakerja. Yumna menyatakan bahwa sertifikat yang didapatkan dari program Kartu Prakerja cukup berguna untuk melamar pekerjaan.  

“Saya mengikuti program Kartu Prakerja di Maret-April 2020, alhamdulillah Juni 2020 sudah mendapat pekerjaan di bidang IT. Pelatihan tersebut berguna sekali menurut saya, karena yang saya ambil benar-benar bisa saya terapkan di dalam pekerjaan saya saat ini. Pekerjaan saya saat ini di bidang programming web yang sesuai dengan pelatihan yang saya ambil,” katanya. 

Sementara itu, desain program Kartu Prakerja pada 2021 akan serupa dengan tahun sebelumnya, yaitu biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, serta insentif survei sebesar Rp150 ribu untuk tiga kali survei. Pelaksanaannya pun masih dilakukan secara online. 

“Bapak Presiden telah meminta agar program Kartu Prakerja segera diluncurkan di awal 2021 untuk mendorong konsumsi. Pada 23 Februari 2021 kemarin kita sudah memulai Kartu Prakerja gelombang 12 dengan alokasi anggaran Rp10 triliun untuk semester I 2021. Skema yang digunakan masih semi bansos seperti 2020. Dan kuota per gelombang sebanyak 600 ribu, prioritasnya masih sama yakni pekerja terdampak PHK, pelaku UKM yang terdampak, pekerja sektor wisata yang terdampak, lalu calon pekerja migran Indonesia,” ujar Rudy Salahudin. 

Tak hanya itu, ekosistem Kartu Prakerja pada 2021 meliputi lima mitra pembayaran, tujuh platform digital, 165 lembaga pelatihan, empat institusi pendidikan, dan tiga portal lowongan kerja. 

“Kita terus menambah Lembaga pelatihan dan tentunya penambahan ini setelah mengikuti aturan yang berlaku. Kemudian 165 lembaga pelatihan ini juga menyediakan 1.700 pelatihan,” kata Denni Puspa. 

Denni Puspa juga menambahkan, dari banyaknya pelatihan yang tersedia, program Kartu Prakerja berusaha mencocokkan pelatihan dengan lowongan yang ada di lapangan. 

Dia pun menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk membantu pihak yang terdampak pandemi, tetapi belum menerima bantuan apapun dari pemerintah, seperti program bantuan sosial, bantuan UKM, dan lain-lain. 

“Pada gelombang 14 nanti kami akan berusaha memperbaiki fitur, yaitu untuk teman-teman yang tidak lolos akan diberikan informasi mengenai alasan kenapa tidak berhasil menjadi penerima Kartu Prakerja. Karena kami memiliki daftar NIK dari kementerian dan lembaga lainnya hingga bisa mengetahui kelompok masyarakat mana saja yang tidak bisa menerima Kartu Prakerja supaya bantuan pemerintah tidak tumpang tindih,” ucapnya.

(Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD