Dia menjelaskan, relevansi MBG dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta kapasitas belajar anak secara nyata. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas dan upah riil yang lebih baik di masa depan.
Namun, Rizal mengingatkan bahwa MBG tidak bisa berdiri sendiri. Program ini harus diiringi dengan kebijakan struktural yang membuka ruang peningkatan produktivitas bagi generasi penerima manfaat.
"Makanya ketika program MBG ini (berjalan) harus diikuti oleh stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural," kata dia.
(NIA DEVIYANA)