Camar menyebut, kebijakan tarif proteksionis AS justru meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi berdampak negatif terhadap perekonomian negara tersebut dalam jangka menengah.
“Kebijakan tarif Amerika Serikat yang bersifat proteksionis meningkatkan ketidakpastian global. Dampaknya terhadap aktivitas bisnis dan investasi baru akan semakin terasa ke depan,” tutur Camar.
Di sisi lain, negara berkembang (emerging markets) tetap menjadi motor utama pertumbuhan global. India mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi, diikuti oleh China dan Indonesia yang menunjukkan kinerja relatif solid.
(DESI ANGRIANI)