Meskipun distribusi masih berjalan, efisiensi operasional sangat terganggu. Sebagian kapal terpaksa memutar melalui Cape Town, Afrika, untuk menuju Eropa guna menghindari zona konflik, sementara sebagian kecil lainnya tetap berisiko melintasi Terusan Suez dengan premi keamanan yang sangat mahal.
“Lewat Cape Town juga sama karena bahan bakarnya naik, ini menyebabkan harga logistiknya naik ditambah insurance-nya juga demikian. Tetapi ini alhamdulillah masih bisa jalan, masih jalan. Artinya bahwa ini industri saham itu membuktikan dengan kondisi sesulit apapun masih bisa jalan. Tetapi dengan catatan sekali lagi ini butuh dukungan yang luar biasa,” kata Eddy.
Dengan demikian, Gapki berharap ketegangan geopolitik ini segera mereda agar fondasi industri sawit nasional tetap kuat dan pengiriman ke pasar internasional dapat kembali normal tanpa beban biaya tambahan yang mencekik.
(Dhera Arizona)