AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Erick Dituding Bisnis PCR, Tim Pertamedika IHC Beberkan Fakta Mengejutkan

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 25 November 2021 06:28 WIB
Menjawab ada tudingan bisnis PCR oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Tim Pertamedika IHC beri keterangan.
Erick Dituding Bisnis PCR, Tim Pertamedika IHC Beberkan Fakta Mengejutkan (Dok.MNC Media)
Erick Dituding Bisnis PCR, Tim Pertamedika IHC Beberkan Fakta Mengejutkan (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Tim Homecare PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation atau Pertamedika IHC, Gimbong mengungkap komitmen Menteri BUMN Erick Thohir kala membantu negara dan masyarakat dalam penanganan pandemi.

Gimbong mengatakan Erick membayar sendiri dalam setiap tes PCR yang dia lakukan. Tak hanya untuk dirinya sendiri, Gimbong mengatakan Erick juga menanggung PCR maupun obat-obatan untuk seluruh tim dan asisten rumah tangganya dengan biaya sendiri.

"Dari awal sampai sekarang ya bayar sendiri di RSPP, tidak ada memanfaatkan wewenang apapun," ujar Gimbong kepada media di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Gimbong mengatakan Erick sejak awal menjabat pun telah menanggalkan seluruh posisinya di perusahaan guna menghindari timbulnya konflik kepentingan. Kata Gimbong, Erick menyadari betul vitalnya sektor kesehatan dalam mengeluarkan Indonesia dari pandemi. 

"Sejak awal, beliau berkomitmen mengatasi kesehatan dulu baru ekonomi karena sektor ekonomi tidak mungkin pulih tanpa adanya pemulihan di sektor kesehatan terlebih dahulu," ucapnya. 

Dia masih ingat saat awal pandemi terjadi, Erick langsung bergerak cepat dengan memerintahkan seluruh rumah sakit BUMN untuk menjadi rujukan pasien Covid-19.

Tak hanya itu, Gimbong juga menyebut Erick berhasil mendapatkan alat otomatis Cobas untuk mampu mendeteksi virus covid-19 yang diberikan kepada RS Pertamina Jaya. Kala itu, hanya ada dua alat Cobas di Jakarta, satu lagi di Pemprov DKI Jakarta.

"Kehadiran alat itu mampu melakukan ribuan tes dalam sehari, saya tahu betul karena saya di lapangan melakukan tes PCR kepada masyarakat," ungkapnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD