AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Erick Thohir Mau Alihkan Bisnis Garuda ke Pelita, Dahlan Iskan: Cerdas

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 26 Oktober 2021 17:12 WIB
Eks Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyebut langkah Erick Thohir untuk mengalihkan bisnis Garuda Indonesia kepada Pelita Air Service sebagai langkah tepat.
Erick Thohir Mau Alihkan Bisnis Garuda ke Pelita, Dahlan Iskan: Cerdas. (Foto: MNC Media)
Erick Thohir Mau Alihkan Bisnis Garuda ke Pelita, Dahlan Iskan: Cerdas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Eks Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menyebut langkah Erick Thohir untuk mengalihkan bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kepada Pelita Air Service (PAS) sebagai langkah tepat. Namun, langkah ini baru bisa dilakukan jika Garuda dinyatakan pailit. 

"Menteri BUMN memang cerdas, memilih Pelita sebagai pengganti Garuda Indonesia, kalau memang diperlukan, mungkin itu tidak perlu," ujar Dahlan dikutip dari disway.id, Senin (26/10/2021).

Dahlan memperkirakan, pertimbangan pemegang saham memilih PAS lantaran supply bahan bakar yang didistribusikan PT Pertamina (Persero) kepada Garuda Indonesia. 

"Soal bahan bakar itulah, menurut pendapat saya, salah satu pertimbangan mengapa nama Pelita muncul sebagai calon pengganti Garuda," kata dia. 

Meski transaksi bahan bakar itu merugikan Pertamina karena utang bahan bakar Garuda mencapai Rp 12 triliun, Dahlan menilai BUMN di sektor energi telah menyelamatkan bisnis Garuda. 

Bahkan, maskapai penerbangan pelat merah itu bergantung pada bahan bakar yang di supply Pertamina. Menurutnya, Garuda akan baik-baik saja sepanjang perseroan terus memberi bahan bakar.

"Maka nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina, bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa," ungkapnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD