Sementara itu, untuk meningkatkan daya beli masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri 2026, Kemendag sebelumnya bersinergi menyelenggarakan beberapa program pemberian diskon maupun promo belanja, antara lain, melalui program Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Sinergi dilakukan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), serta kementerian dan lembaga lainnya.
Mendag mencatat, capaian transaksi Friday Mubarak per 29 Maret 2026 sebesar Rp126,02 triliun. Estimasi sampai 31 Maret 2026, nilai transaksi bisa mencapai Rp129,11 triliun atau 8,5 persen di atas target. Sementara itu, BINA Lebaran 2026 pada 6—30 Maret 2026 berhasil mencatatkan total transaksi mencapai Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target.
Selanjutnya, perniagaan elektronik (e-commerce) juga terpantau terdongkrak sepanjang Ramadan-Idulfitri. Beberapa kategori produk paling laris selama Ramadan, antara lain, busana muslim, makanan dan minuman, bingkisan lebaran (hampers), produk kecantikan, hingga peralatan rumah tangga. Laporan E-Commerce Database (ECDB) menunjukkan, total penjualan di niaga elektronik Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan mencapai USD5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun.
(NIA DEVIYANA)