AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

FDA akan Izinkan Vaksin Covid-19 Campuran untuk Suntikan Booster

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Selasa, 19 Oktober 2021 14:31 WIB
FDA memiliki skema rencana baru terkait penggunaan vaksin Covid-19 untuk suntikan penguat (booster).
FDA akan Izinkan Vaksin Covid-19 Campuran untuk Suntikan Booster (Ilustrasi)
FDA akan Izinkan Vaksin Covid-19 Campuran untuk Suntikan Booster (Ilustrasi)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, atau Food and Drug Administration (FDA) dilaporkan punya skema rencana baru terkait penggunaan vaksin Covid-19 untuk suntikan penguat (booster).

Berdasarkan laporan terbaru dari New York Times, seperti dikutip dari Complex, Selasa (19/10/2021) FDA berencana mengizinkan orang-orang untuk menerima vaksin Covid-19 booster dengan campuran dari jenis merek yang berbeda dari vaksin dosis satu dan dua yang sebelumnya telah diterima.  

Terkait rencana ini, FDA diekspektasikan akan mengeluarkan pengumuman resminya pada akhir pekan ini. Dengan pengumuman tersebut, kemungkinan FDA akan menyarankan orang-orang untuk jika bisa menerima suntikan vaksin booster yang sama seperti dosis vaksin yang diterima sebelumnya. Tetapi dilaporkan tidak akan merekomendasikan merek tertentu di atas merek lain.

Sebelumnya, FDA sudah menyetujui penggunaan booster untuk vaksin Pfizer-BioNTech enam bulan setelah penyuntikan dosis yang kedua. Menurut laporan New York Times, kemungkinan FDA akan mengizinkan suntikan booster untuk vaksin Moderna dan Johnson & Johnson pada Rabu 20 Oktober malam waktu setempat.

Kabar mengenai izin penggunaan vaksin campuran untuk booster shot ini, diketahui muncul pasca adanya studi dari National Institutes of Health tentang pencampuran suntikan vaksin booster  yang dipresentasikan ke panel penasihat FDA.

Dari studi tersebut, ditemukan pendekatan mix and match vaksin sepertinya memperlihatkan manfaat paling besar bagi orang-orang yang menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis tunggal merek Johnson & Johnson.

Orang-orang yang disuntik vaksin J&J dan kemudian disuntik booster Moderna menunjukkan hasil adanya peningkatan antibodi sebanyak 76 kali lipat selama 15 hari.

Sementara kelompok orang yang dosis pertamanya memakai J&J dan kemudian booster J&J terlihat tingkat antibodinya hanya meningkat empat kali lipat. Dikatakan lebih lanjut, suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech juga lebih efektif dalam meningkatkan level antibodi orang yang mendapatkan vaksin J&J jika dibandingkan dengan booster J&J itu sendiri.

Dokter Dr. Robert Atmar of Baylor College of Medicine, penulis studi penelitian tersebut mengatakan, dengan penelitian tersebut terlihat bahwa apa pun merek vaksin dosis pertamanya lalu ketika disokong suntikan booster vaksin dari Moderna, Johnson dan Pfizer memang menghasilkan respon antibodi yang baik.

“Apa yang ditunjukkan penelitian ini adalah, bahwa terlepas dari apa yang diterima seseorang pada awalnya, dikuatkan dengan salah satu dari tiga vaksin yang kami evaluasi yakni vaksin dari Moderna, vaksin dari Janssen dan  vaksin dari Pfizer, menghasilkan respons antibodi yang baik di masing-masing kelompok vaksin,” ujar Dr. Robert Atmar.

Sementara itu, komite penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diketahui akan berkumpul pada Kamis 21 Oktober mendatang untuk membahas tentang booster vaksin Covid-19 baru kemudian akan mengumumkan rekomendasi dari mereka sebagai CDC.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD