“Sampai saat ini tidak ada niat untuk memperlebar defisit. Justru yang kita dorong adalah bagaimana belanja menjadi lebih produktif dan berdaya ungkit bagi ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan.
“Kita sudah punya ancang-ancang dan persiapan untuk menghadapi berbagai skenario,” kata Eka.
Meski dihadapkan pada tekanan eksternal, pemerintah tetap mempertahankan target pertumbuhan jangka menengah dengan menitikberatkan pada penguatan struktur ekonomi serta peningkatan kualitas belanja negara.
Seiring upaya menjaga stabilitas tersebut, investor mulai menangkap sinyal perbaikan fundamental yang mendorong optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia.