Managing Partner Ashmore Asset Management Indonesia, Arief Wana, menyampaikan, faktor pertumbuhan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan investasi para investor global.
“Dalam enam bulan terakhir, trajectory dari growth itu sudah membaik. Money supply meningkat, interest rate turun, bond yield juga sudah turun, bond price naik, dan equity juga membaik,” katanya.
Dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia juga dinilai relatif lebih menarik dibandingkan negara lain di kawasan. Dengan rasio price-to-earnings (PER) yang lebih rendah, pasar domestik dinilai masih menyimpan ruang kenaikan ke depan.
“Indonesia memiliki PE Ratio di 11,8 kali. Kalau kita bandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia ini murah,” kata Arief.
Meski demikian, investor tetap mencermati sejumlah risiko, terutama terkait keberlanjutan pertumbuhan dan dinamika eksternal.