Arief memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan pada 2026 akan lebih moderat dibandingkan proyeksi awal.
“Awalnya kita melihat sekitar 12-15 persen, tapi sekarang sekitar 7 persen,” ujarnya.
Sejalan dengan pandangan investor tersebut, OJK terus memperkuat fondasi struktural guna meningkatkan daya tarik investasi pasar modal dalam negeri.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Henry Rialdi, menyebutkan bahwa transparansi menjadi fokus utama reformasi pasar modal.
“Salah satu isu yang disampaikan adalah adanya gap antara informasi yang tersedia dengan kebutuhan investor di pasar modal, khususnya dari sisi availability of information dan transparansi,” ujarnya.