AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Gagal Lunasi THR 2020, Perusahaan di Cimahi Tak Lagi Beroperasi

ECONOMICS
Adi Haryanto
Senin, 12 April 2021 19:47 WIB
Perusahaan di Kota Cimahi yang belum melunasi pembayaran THR tahun lalu ke karyawannya memilih untuk menghentikan operasionalnya.
Gagal Lunasi THR 2020, Perusahaan di Cimahi Tak Lagi Beroperasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan di Kota Cimahi yang belum melunasi pembayaran THR tahun lalu ke karyawannya memilih untuk menghentikan operasionalnya. Perusahaan tersebut bernama PT Kurnia Asta Surya yang terletak di Jalan Cibaligo, Cimahi.

Informasi tersebut diterima oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, melalui surat resmi yang dikirim perusahaan tertanggal 10 April 2021. Kondisi itu tentunya menjadi kabar buruk bagi para karyawannya, mengingat saat ini akan memasuki Ramadan dan Lebaran. 

"PT Kurnia Asta Surya mengirimkan surat, mereka menghentikan proses produksinya mulai 10 April 2021," terang Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Kota Cimahi, Juperianto Marbun, Senin (12/4/2021).

Dia menjelaskan, perusahaan memiliki dua bidang yakni operasional pabrik dan administrasi kantor. Yang tutup adalah operasional produksinya. Perusahaan yang bergerak di bidang tekstil ini mengaku mengambil keputusan itu karena selama pandemi COVID-19 hasil produksinya tidak terserap dan menumpuk di gudang. 

Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap pemasukan, sehingga hak untuk pekerjanya seperti THR tahun lalu belum dilunasi perusahaan. Akhirnya perusahaan itupun harus gulung tikar.

"Ada 140-150 yang di pabrik (terkena PHK). Sementara 70-an di kantornya enggak di PHK," sebutnya.

Pihaknya, meminta kepada perusahaan dan buruh untuk berdiskusi menindaklanjuti ditutupnya aktivitas produksi. Hal wajib yang harus dibahas dan dituntaskan perihal pelunasan THR dan pesangon bagi pekerjanya.

Berdasarkan informasi terakhir yang didapatnya, lanjut dia, pihak perusahaan meminta waktu untuk menjual aset. Hasil penjualannya, akan digunakan untuk membayar hak-haknya kepada pekerja.

"Mereka akan menjual asetnya dulu baru melunasi hutang piutang dengan buruh," pungkasnya.

Sebelumnya, pabrik tersebut juga diketahui belum melunasi Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri Tahun 2020 kepada sekitar 150 pekerjanya. Hingga saat ini, hak kepada karyawan tersebut belum dipenuhi perusahaan padahal karyawan sangat berharap sisa THR mereka dibayarkan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD