Menurut keduanya, manfaat terbesar dari kebijakan ini adalah menjaga stabilitas tenaga kerja di sektor padat gas.
Dengan risiko PHK yang lebih rendah, daya beli rumah tangga berpendapatan rendah dapat lebih terjaga dan pelemahan permintaan domestik dapat diredam.
Namun, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih akan terbatas apabila tidak diikuti oleh perbaikan permintaan dan meningkatnya kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.
Dari sisi pasar, Mirae Asset menilai kebijakan harga gas ini belum cukup untuk mengubah arah pergerakan aset Indonesia dalam jangka pendek.
Investor masih akan mencermati faktor yang lebih dominan seperti volatilitas rupiah, tingginya premi risiko, serta arus keluar dana asing.